BeritaHeadline

Menghitung Nilai Kemanusiaan: Asesmen RLHB BAZNAS Sidoarjo Hadir Pulihkan Martabat Warga Dhuafa

20
×

Menghitung Nilai Kemanusiaan: Asesmen RLHB BAZNAS Sidoarjo Hadir Pulihkan Martabat Warga Dhuafa

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo — Kehadiran lembaga filantropi tidak hanya diukur dari seberapa banyak dana yang dihimpun, melainkan dari seberapa besar perubahan hidup yang diciptakan bagi masyarakat rentan. Melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo memandang setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai investasi sosial jangka panjang yang melahirkan dampak multidimensional: mengembalikan rasa aman, martabat kemanusiaan, serta harapan hidup yang berkelanjutan bagi kaum dhuafa.

Komitmen nyata tersebut kembali diwujudkan jajaran kepengurusan BAZNAS Sidoarjo melalui kegiatan asesmen lapangan Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Tim yang terdiri dari Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach. Saleh, bersama Staf Pelaksana BAZNAS, Richie Prabu, turun langsung meninjau kondisi tempat tinggal warga kurang mampu di dua wilayah berbeda pada Selasa, 28 Juli 2026.

Asesmen Pertama: Asa Baru untuk Bapak Yuliono di Desa Modong

Titik peninjauan pertama menyasar kediaman Bapak Yuliono, seorang warga difabel berusia 58 tahun di Desa Modong, Kecamatan Tulangan. Kesehariannya diandalkan dari berjualan ayam keliling demi menyambung hidup. Namun, ujian berat menerpa ketika rumah tempat tinggalnya mengalami ambruk total sejak dua bulan lalu akibat struktur atap yang sudah rapuh dimakan usia. Demi keselamatan jiwa, saat ini beliau terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah induk milik keluarga istrinya.

Berdasarkan hasil pengecekan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial / Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (DTSEN) Triwulan 3 2026, status Bapak Yuliono tercatat Belum Ada Desil serta tidak menerima program bansos regular seperti Sembako maupun PKH. Dalam proses asesmen ini, tim BAZNAS didampingi langsung oleh pihak keluarga serta perangkat desa setempat untuk memastikan validitas data dan tingkat urgensi bantuan.


Asesmen Kedua: Perlindungan untuk Keluarga Bapak M. Agus Hariono di Desa Kludan

Perjalanan kemanusiaan berlanjut ke titik kedua di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin. Tim melakukan verifikasi rumah milik Bapak M. Agus Hariono (38), seorang pekerja serabutan yang tinggal bersama dua orang anaknya. Kondisi bangunan rumah mereka sangat memprihatinkan, terutama pada bagian atap yang mengalami kerusakan parah hingga terjadi kebocoran setiap kali hujan turun. Fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang tidak layak semakin menambah kerentanan keluarga ini, sementara keterbatasan faktor ekonomi membuat Bapak Agus tidak berdaya untuk melakukan perbaikan secara mandiri.

Hasil penelusuran sistem DTSEN menunjukkan bahwa Bapak M. Agus Hariono berada pada Desil 5 dengan status penerima bantuan PBI-JK (periode Mei 2026), sementara untuk program Sembako dan PKH tercatat tidak menerima. Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun tercatat di data kesejahteraan, kerentanan fisik tempat tinggal mereka tetap membutuhkan intervensi mendesak.

Investasi Sosial untuk Masa Depan Dhuafa

Dari sudut pandang SROI, intervensi bedah rumah melalui RLHB ini bukan sekadar renovasi fisik bangunan, melainkan sebuah investasi sosial yang bernilai tinggi. Perbaikan rumah yang layak akan memutus rantai kerentanan kesehatan akibat hunian lembap, mengembalikan stabilitas psikologis anak-anak untuk belajar dengan tenang, serta mengembalikan produktivitas kepala keluarga yang selama ini terbebani kecemasan akan keselamatan keluarganya.

“Melalui asesmen Program Rumah Layak Huni BAZNAS ini, kita sedang menanam investasi kemanusiaan yang dampaknya langsung dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen Ilahi untuk menolong sesama di dunia sekaligus menyelamatkan kita di akhirat kelak,” ujar Ach. Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan peninjauan lapangan.

Langkah verifikasi lapangan yang cermat ini memastikan bahwa setiap dana muzaki disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas filantropi, karena setiap uluran tangan muzaki adalah jembatan penyelamat bagi masa depan kaum dhuafa di Kabupaten Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!