BeritaHeadline

Kehangatan dari Sidoarjo di Kampung Riseh

58
×

Kehangatan dari Sidoarjo di Kampung Riseh

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo – Di bawah naungan atap kayu, Kampung Riseh Tengah Kecamatan Sawang Aceh Utara, sebuah pemandangan syahdu tersaji setiap sore menjelang kumandang azan Magrib. Masjid yang kokoh berdiri dengan arsitektur kayu tradisional ini menjadi saksi bisu betapa jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Aceh Utara tidak menjadi penghalang bagi aliran kebaikan. Melalui program “Ramadhan Tangguh”, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menghadirkan 150 lebih paket buka puasa setiap harinya bagi warga penyintas.

Suasana terasa begitu bersahaja namun sarat makna. Barisan panjang warga—dari kakek yang telah memutih rambutnya hingga anak-anak dengan wajah ceria—duduk bersila di atas lantai kayu yang mengilap. Di hadapan mereka, tersaji hidangan istimewa: ikan bakar khas lokal yang aromanya menggugah selera, didampingi gelas-gelas minuman yang tertata rapi.

Di sudut ruangan, spanduk putih bertuliskan “BAZNAS KAB. SIDOARJO Menyediakan GRATIS 150+ Paket Buka Puasa/Hari” bukan sekadar penanda program, melainkan simbol persaudaraan. Bagi masyarakat penyintas, momen ini melampaui sekadar urusan mengisi perut. Ini adalah tentang memulihkan martabat dan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat interaksi sosial pasca-bencana.

“Zakat yang dititipkan oleh para muzakki di Sidoarjo telah menjelma menjadi energi yang menguatkan saudara-saudara kita di sini,” ujar salah satu koordinator lapangan. Dalam heningnya penantian berbuka, ada doa-doa yang dipanjatkan untuk kebaikan warga Sidoarjo. Inilah esensi dari #ZakatMenguatkanIndonesia, di mana satu tarikan napas kepedulian mampu memberikan ketenangan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari masa sulit.

Dampak dari program ini melampaui sekadar pemenuhan nutrisi harian. Secara sosial, inisiatif ini berhasil mereaktivasi Masjid At Taqarrub sebagai pusat resiliensi komunitas, di mana warga kembali merasa memiliki ruang aman untuk saling menguatkan. Secara ekonomi, penyediaan paket buka puasa ini telah mengurangi beban pengeluaran harian rumah tangga penyintas hingga 30%, memungkinkan mereka mengalokasikan tabungan yang ada untuk kebutuhan mendesak lainnya seperti pendidikan anak atau modal usaha kecil demi memulihkan kemandirian ekonomi pasca-bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!