BeritaHeadline

Geliat Relawan di Gampoeng Gunci, Antar Amanah Hingga Pelosok

104
×

Geliat Relawan di Gampoeng Gunci, Antar Amanah Hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo – Debu jalanan dan teriknya matahari tak menyurutkan semangat tim relawan BAZNAS di Gampoeng (Desa) Gunci. Ketika matahari mulai condong ke barat, sebuah mobil distribusi dengan spanduk bertuliskan “100+ Paket Buka Puasa/Hari” mulai memasuki kawasan pemukiman. Di atas bak mobil, para relawan berseragam oranye khas BAZNAS tampak sigap menurunkan kantong-kantong besar berisi makanan siap saji.

Distribusi di Gampoeng Gunci ini menggambarkan semangat gerak cepat dan ketepatan sasaran. Berbeda dengan suasana tenang di masjid, di sini suasana terasa lebih dinamis. Ibu-ibu berhijab dan anak-anak kecil mengantre dengan tertib di sisi kendaraan. Senyum merekah saat tangan-tangan mungil menerima paket makanan yang masih hangat.

Program ini menjadi bagian dari wujudkan Ramadhan Tangguh yang diinisiasi BAZNAS Sidoarjo. Fokusnya jelas: memastikan tidak ada penyintas yang merasa sendirian dalam menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan. Keterlibatan relawan lokal sebagai tim logistik memastikan bahwa setiap paket sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

“Melihat ketertiban warga saat mengantre adalah cermin dari ketangguhan mereka. Kami di sini hanya perantara dari cinta masyarakat Sidoarjo,” ungkap seorang relawan sambil menyerahkan paket. Geliat distribusi di Gampoeng Gunci membuktikan bahwa #ZakatMenguatkanIndonesia bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang menyentuh akar rumput, menghubungkan tangan yang memberi di Jawa Timur dengan tangan yang menerima di ujung Sumatera.

Efek pengganda (multiplier effect) dari distribusi ini sangat terasa pada penguatan logistik lokal dan pemberdayaan relawan. Dengan melibatkan tenaga lokal dalam distribusi, program ini membangun kapasitas manajemen bencana di tingkat desa yang lebih tangguh. Kepercayaan publik yang terbangun melalui ketepatan sasaran bantuan ini menciptakan modal sosial yang kuat; warga tidak hanya merasa dibantu secara materi, tetapi juga merasa diakui keberadaannya. Hal ini meningkatkan kohesi sosial dan semangat gotong royong antarwarga yang menjadi fondasi utama dalam percepatan pemulihan trauma (trauma healing) di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!