
Roda perekonomian masyarakat bawah sering kali berputar dalam ketidakpastian. Pelaku usaha mikro dan kecil, seperti pedagang jajanan keliling atau pemilik warung kecil di pinggir jalan, kerap menghadapi keterbatasan modal untuk mempertahankan kelangsungan usaha mereka di tengah himpitan hidup yang semakin kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan program bantuan modal dan biaya pengembangan usaha kecil kepada para pelaku usaha mikro di pinggir jalan di Desa Kemuning Kecamatan Tarik dan Desa Suko Kecamatan Sidoarjo pada Kamis, 17 September 2026 dan Senin, 21 September 2026.
Program ini diinisiasi karena para pelaku usaha kecil mengalami penurunan kapasitas produktivitas akibat kekurangan modal setelah menghadapi musibah atau masa sulit ekonomi. Melalui peninjauan langsung ke lapak usaha warga, petugas BAZNAS melakukan asesmen kelayakan dan menyerahkan suntikan modal kerja secara langsung agar roda usaha kecil dapat kembali berputar normal. Bantuan modal usaha yang disalurkan dirancang bukan sekadar sebagai stimulan finansial jangka pendek, melainkan sebagai instrumen strategis untuk melahirkan kemandirian jangka panjang. Dengan modal usaha yang kembali stabil, para kepala keluarga atau pelaku usaha prasejahtera dapat melanjutkan ikhtiar mencari nafkah secara halal dan bermartabat, mengurangi ketergantungan pada bantuan luar, serta meningkatkan taraf hidup keluarga secara mandiri dari hasil jerih payah sendiri.
“Kami ingin para pelaku usaha kecil yang sedang berjuang di jalanan ini memiliki daya tahan ekonomi yang kuat. Zakat yang dikelola secara profesional harus mampu mengubah status penerima manfaat menjadi pemberi manfaat di masa depan. Inilah bentuk nyata keberlanjutan ekonomi yang ingin kami wujudkan di Sidoarjo,” ungkap A. Faiz, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela peninjauan lapak usaha warga.

Dampak dari intervensi ekonomi ini sangat dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Selain memulihkan kapasitas produksi dan penjualan, pendampingan serta suntikan modal tersebut mengembalikan kepercayaan diri para kepala keluarga untuk terus bangkit dari keterpurukan ekonomi. Nilai-nilai produktivitas ini sejalan dengan prinsip filantropi Islam yang menempatkan kesejahteraan umat sebagai pilar utama pembangunan peradaban.
Zakat terbukti menjadi instrumen ilahi yang tidak hanya menolong kesusahan sesama manusia di dunia, tetapi juga menjadi jalan keselamatan yang menyelamatkan kita di akhirat kelak. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan keadilan sosial, dan menebarkan keberkahan yang merata di seluruh penjuru Sidoarjo.












