BeritaHeadline

Mengetuk Pintu Langit Lewat Kursi Roda: BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan di Prambon

20
×

Mengetuk Pintu Langit Lewat Kursi Roda: BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan di Prambon

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Senin, 13 Juli 2026 — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sudut-sudut sunyi di mana harapan seringkali menggantung pada uluran tangan sesama. Hari ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunaikan amanah para muzaki melalui aksi nyata filantropi, menyalurkan bantuan kursi roda bagi dua warga yang sangat membutuhkan: Ibu Sami (86) dari Desa Kedungsugo dan Bapak Soleh (63) dari Desa Jati Alun-Alun.

 

Kegiatan distribusi yang dipimpin oleh tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, yakni Mulyono, Dani P., dan Achmad Richie Prabu, bukan sekadar penyerahan alat bantu fisik. Ini adalah upaya strategis untuk mengembalikan martabat dan kualitas hidup penerima manfaat, sebuah langkah nyata yang mencerminkan prinsip *Social Return on Investment* (SROI). Dengan bantuan ini, nilai sosial yang dihasilkan melampaui harga kursi roda itu sendiri; ia membuka akses mobilitas yang selama ini terputus, mengurangi beban ketergantungan pada keluarga, dan memberikan suntikan semangat untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sosial.

 

Bagi Bapak Soleh, kursi roda ini adalah jawaban atas doa yang panjang. Selama dua tahun terakhir, ia praktis terbaring di tempat tidur akibat penyakit saraf kejepit yang menggerogoti kesehatannya. Kondisi tersebut memaksanya untuk meminjam kursi roda milik tetangga setiap kali harus berobat atau sekadar berpindah posisi. Kini, dengan bantuan kursi roda milik sendiri, kemandirian Bapak Soleh berangsur pulih. Hal ini secara signifikan meringankan beban psikologis keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan mental Bapak Soleh.

 

Mulyono, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela penyerahan bantuan, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Melihat wajah Bapak Soleh dan Ibu Sami saat kursi roda ini diserahterimakan adalah pengingat bagi kami bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan masyarakat Sidoarjo memiliki dampak yang sangat luas. Ini bukan hanya tentang alat bantu, tapi tentang memanusiakan manusia. Kami ingin memastikan bahwa muzaki tahu, zakat yang mereka tunaikan benar-benar menjadi jembatan bagi mereka yang sedang berjuang di titik paling rendah kehidupannya,” ujar Mulyono dengan nada haru.

 

Lebih lanjut, Mulyono menekankan bahwa kehadiran BAZNAS di lapangan adalah manifestasi dari semangat filantropi yang inklusif. “SROI dari kegiatan ini tidak bisa diukur dengan angka material saja. Efek domino dari kemandirian yang dirasakan Bapak Soleh dan Ibu Sami akan dirasakan oleh lingkungan di sekitar mereka. Ketika seorang warga mampu beraktivitas kembali, beban sosial keluarga berkurang, dan produktivitas lingkungan pun perlahan bangkit. Inilah esensi dari zakat yang menguatkan Indonesia,” tambahnya.

Aksi hari ini di Prambon menegaskan bahwa BAZNAS Sidoarjo akan terus hadir di garda terdepan, menyisir hingga ke pelosok desa untuk memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam keterbatasan. Semangat untuk terus menebar manfaat, membasuh luka, dan merajut kembali harapan akan terus digalakkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya berbagi harta, tetapi kita sedang membangun ketahanan sosial bangsa.

 

BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam gerakan filantropi ini. Karena pada akhirnya, zakat yang kita keluarkan hari ini adalah investasi masa depan bagi kemanusiaan dan bukti nyata bahwa zakat benar-benar menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!