BeritaHeadline

Menebar Kepedulian di Jantung Sidoarjo: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Warga Buduran dan Gedangan

150
×

Menebar Kepedulian di Jantung Sidoarjo: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Warga Buduran dan Gedangan

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Senyum haru dan binar syukur mewarnai wajah para penerima manfaat saat tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri gang-gang sempit di wilayah Kecamatan Buduran dan Gedangan, Senin (13/04/2026). Di bawah terik matahari yang menyengat, misi kemanusiaan tetap berjalan demi menyampaikan amanah para muzakki kepada mereka yang paling membutuhkan.

Penyaluran bantuan biaya hidup kali ini menyasar tujuh jiwa yang tengah berjuang melawan keterbatasan ekonomi dan ujian kesehatan. Dipimpin oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Hamdani dan Mulyono, langkah kaki mereka menjadi jembatan kebaikan bagi warga yang kian terhimpit beban hidup.

Melintasi Buduran: Dari Doa Ibu hingga Perjuangan Melawan Sakit

Titik awal pendistribusian dimulai di Desa Banjarkemantren, Dusun Jambe, Kecamatan Buduran. Bantuan ditujukan bagi Bapak Ramadhan Kurnianto. Meski yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah, bantuan diterima dengan penuh syukur oleh ibundanya. Kehangatan doa sang ibu mengiringi serah terima bantuan tersebut, membuktikan bahwa kasih sayang keluarga adalah benteng terakhir di tengah kesulitan.

Perjalanan berlanjut menuju Desa Keboansikep untuk menemui Bapak Moh Yani. Kisahnya begitu menyayat hati; seorang pekerja serabutan yang harus berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya sembari merawat sang ibu yang juga mengidap sakit jantung. Ketegaran Pak Yani dalam merawat ibunya di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi menjadi potret nyata urgensi kehadiran zakat di tengah masyarakat.

Masih di wilayah Buduran, tepatnya di Desa Entalsewu, bantuan juga menyapa Ibu Suparmi dan Ibu Aisiyah. Keduanya merupakan lansia yang membutuhkan uluran tangan untuk menyambung napas kehidupan sehari-hari.

Menyisir Gedangan: Sinergi dan Ketulusan

Memasuki Kecamatan Gedangan, tim mengunjungi Desa Sruni. Di sini, Ibu Dayah (warga Jl. Mangga) dan Ibu Supiyah menerima santunan biaya hidup. Kehadiran tim BAZNAS bukan sekadar memberi nominal, namun juga memberikan dukungan moril bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.

Sementara itu, di Desa Karangbong, tim menemui dinamika yang berbeda saat menyalurkan bantuan untuk Ibu Yuli Irianto Rahayu. Karena beliau sedang berada di luar rumah untuk mencari nafkah, bantuan secara resmi dititipkan melalui Pak Carik setempat. Koordinasi pun dilakukan dengan cepat agar penerima manfaat dapat mengambil bantuan tersebut di Balai Desa segera setelah kembali.

Zakat Menguatkan Indonesia

Mulyono, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terjun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa setiap rupiah yang disalurkan adalah bentuk tanggung jawab sosial untuk mengangkat harkat martabat kaum dhuafa.

“Kami menyaksikan langsung bagaimana perjuangan warga, seperti Pak Yani yang berjuang melawan sakit jantung demi ibunya. Bantuan biaya hidup ini adalah ikhtiar kita bersama untuk meringankan beban mereka. Inilah esensi dari zakat; ia tidak hanya membersihkan harta, tapi benar-benar menjadi penyambung hidup dan penguat sendi-sendi sosial masyarakat. Zakat menguatkan Indonesia,” ujar Mulyono di sela-sela kegiatannya.

Melalui program pendistribusian ini, BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional dan amanah. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan sedikit ruang bernapas bagi para penerima manfaat untuk terus melangkah maju dengan optimisme. Karena di setiap harta yang kita miliki, ada hak mereka yang terselip sebagai jalinan kasih dari Tuhan melalui tangan-tangan hamba-Nya yang peduli.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!