BeritaHeadline

Merajut Harapan di Balik Pintu Warga: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Filantropi

26
×

Merajut Harapan di Balik Pintu Warga: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Filantropi

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Rabu, 8 Juli 2026, menjadi hari yang sarat akan makna bagi sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Sidoarjo. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam menebar manfaat melalui program distribusi bantuan yang menyentuh langsung akar permasalahan ekonomi masyarakat. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa zakat tidak sekadar angka dalam buku kas, melainkan energi yang menguatkan sendi-sendi kehidupan bangsa.

 

Sejak fajar menyingsing, tim pendamping BAZNAS yang dipimpin oleh Ricky Prabu menyusuri berbagai pelosok desa untuk menyalurkan amanah dari para muzakki. Hari itu, distribusi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, biaya pengobatan, hingga dukungan alat kesehatan bagi mereka yang telah lama menanti uluran tangan.

 

Jejak kepedulian BAZNAS berlanjut ke Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman. Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan biaya pengobatan untuk Ibu Supainah. Sayangnya, takdir berkata lain; sang penerima manfaat telah berpulang ke rahmatullah hampir 40 hari yang lalu. Bantuan tersebut akhirnya diterima oleh sang suami sebagai bentuk penghormatan terakhir dan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Di Kelurahan Kalijaten, BAZNAS juga menyalurkan alat bantu dengar bagi Ibu Sutik. Akses terhadap alat kesehatan ini diharapkan mampu mengembalikan kualitas hidup beliau, memutus isolasi komunikasi yang selama ini dialami akibat gangguan pendengaran. Sementara itu, di Desa Bringinbendo, dua warga lainnya, yakni Bapak Sutisna (71) dan Budiono (47), juga menerima bantuan biaya hidup untuk menyambung keberlangsungan ekonomi rumah tangga mereka.

 

Zakat Sebagai Investasi Sosial

 

Dibalik setiap rupiah yang tersalurkan, BAZNAS Sidoarjo kini mengusung perspektif *Social Return on Investment* (SROI). Setiap bantuan dipandang sebagai investasi sosial yang berupaya menciptakan dampak jangka panjang. Bukan sekadar memberi ikan, melainkan membantu masyarakat agar tetap bertahan di masa sulit, sehingga mereka memiliki peluang untuk menata hidup kembali dengan martabat yang terjaga.

 

Ach Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, menekankan bahwa peran zakat kini semakin krusial dalam memperkuat struktur sosial masyarakat. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah upaya mengembalikan hak-hak para mustahik. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun ekosistem di mana tidak ada lagi warga yang merasa sendirian dalam penderitaannya. Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes dana zakat yang masuk dari para muzakki, bermuara pada penguatan kesejahteraan umat secara nyata dan berdampak,” tegasnya dalam kesempatan tersebut.

Apa yang dilakukan oleh BAZNAS Sidoarjo menegaskan bahwa zakat adalah pilar yang menguatkan Indonesia. Melalui ketulusan pendampingan dan ketepatan sasaran bantuan, BAZNAS Sidoarjo terus membuktikan bahwa filantropi Islam adalah jawaban atas tantangan kemanusiaan di era modern. Dengan spirit “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi, memastikan setiap duka warga dapat diringankan melalui kekuatan zakat.

 

Perjalanan hari itu pun ditutup dengan satu harapan besar: bahwa setiap rupiah yang tersalurkan mampu menjadi penyambung asa, dan setiap senyuman para penerima manfaat adalah bukti bahwa zakat benar-benar mampu mengubah arah nasib bangsa menuju kehidupan yang lebih baik, lebih mandiri, dan lebih sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!