BeritaHeadline

Menjemput Senyum di Balik Atap yang Lapuk: Sinergi Zakat Menguatkan Indonesia untuk Bapak Handoko

20
×

Menjemput Senyum di Balik Atap yang Lapuk: Sinergi Zakat Menguatkan Indonesia untuk Bapak Handoko

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo – Selama tiga tahun terakhir, setiap kali mendung menggantung di langit Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Bapak Handoko (62) tidak lagi merasakan kenyamanan rumah. Baginya, rumah bukan lagi tempat berlindung, melainkan medan perjuangan. Sebagai seorang marbot masjid yang mengabdi pada rumah Allah, ironisnya, Pak Handoko justru kehilangan rasa aman di rumahnya sendiri.

Rumah berukuran 10×16 meter miliknya telah menjadi “muara banjir” akibat elevasi lantai yang jauh di bawah permukaan jalan. Atap yang miring dan bocor di berbagai titik bukan hanya merusak perabotan, tetapi merobek ketenangan jiwanya. “Saya tidak berani tidur di sini. Saya terpaksa mengungsi ke masjid setiap hujan deras turun,” ujar Pak Handoko dengan suara bergetar, mengenang masa-masa sulitnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), yang turun langsung melakukan assessment pada 16 April 2026, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran BAZNAS bukan sekadar memberi bantuan material, melainkan upaya memulihkan martabat mustahik.

“Kami hadir di sini bukan sekadar melihat bangunan yang rusak, tapi melihat seorang pejuang agama yang hak-hak dasarnya untuk hidup layak belum terpenuhi. Sangat menyayat hati mengetahui seorang marbot yang menjaga rumah Allah, justru tidak memiliki rumah yang aman untuk ia berteduh,” ungkap Gus Jazuk saat itu.

Kolaborasi sebagai Kunci Perubahan

Menyadari keterbatasan dana zakat jika berdiri sendiri, BAZNAS Sidoarjo mengedepankan semangat kolaborasi sesuai arahan Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Bantuan awal sebesar Rp25 juta dari BAZNAS hanyalah pemantik. Bupati Subandi menegaskan bahwa percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) memerlukan gotong royong lintas sektor.

Sinergi ini membuahkan hasil nyata melalui kontribusi dari Nusantara Power Services (NPS) PLN Jawa Timur. Keterlibatan sektor korporasi ini menjadi katalisator yang mempercepat perbaikan rumah induk, kamar mandi, hingga peninggian lantai untuk mengatasi banjir rob yang selama ini menjadi momok bagi Pak Handoko.

Jika dilihat dari kacamata Social Return on Investment (SROI), apa yang dilakukan BAZNAS dan mitra bukanlah sekadar renovasi fisik. Investasi sosial ini menghasilkan dampak ganda (multiplier effect): peningkatan kesehatan fisik dan mental penghuni, pemulihan produktivitas Pak Handoko sebagai marbot tanpa rasa cemas, hingga penguatan kohesi sosial di masyarakat Desa Tropodo yang terlibat gotong royong. Setiap rupiah yang disalurkan berubah menjadi rasa aman dan martabat yang tak ternilai harganya.

Pada 7 Juli 2026, penantian panjang itu berakhir. Gus Jazuk kembali menyambangi kediaman Pak Handoko untuk menyerahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil rehab dalam program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Kini, rumah tersebut berdiri kokoh, kering, dan hangat.

Pak Handoko, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Sekarang saya bisa tidur dengan tenang, dan saya akan terus mengabdi di masjid dengan lebih bersemangat,” tuturnya penuh syukur.

Kisah Pak Handoko adalah cerminan nyata dari visi “Zakat Menguatkan Indonesia”. Ketika zakat, infak, dan sedekah dipadukan dengan kepedulian korporasi dan ketegasan pemerintah, hasilnya bukan sekadar bangunan yang layak, melainkan harapan baru yang tegak berdiri di atas fondasi kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!