BeritaHeadline

Zakat Menguatkan Indonesia: Sinergi BAZNAS Sidoarjo-Jatim Hadirkan Harapan Baru Melalui Bedah Rumah

25
×

Zakat Menguatkan Indonesia: Sinergi BAZNAS Sidoarjo-Jatim Hadirkan Harapan Baru Melalui Bedah Rumah

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Menjawab tantangan kemiskinan ekstrem dan standar hunian yang tidak layak, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menjalin sinergi strategis dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), langkah konkret tengah diambil untuk melakukan asesmen terhadap lima unit rumah warga prasejahtera. Program ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan sebuah investasi sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup penerima manfaat secara berkelanjutan.

Senin (06/07/2026), tim yang terdiri dari Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhamuddin, staf pelaksana BAZNAS Richie Prabu, dan Tenaga Ahli Sipil Nashirin, turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan survei mendalam untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak sosial yang maksimal.

Dua dari lima titik sasaran yang telah diasesmen menunjukkan urgensi tinggi. Pertama adalah rumah Ibu Arimah di Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu. Kondisi rumahnya yang menyatu dengan warung kopi memiliki struktur dinding yang rendah, kurang ventilasi, dan jauh dari standar kesehatan. Mengingat Ibu Arimah tinggal bersama suaminya yang berpenghasilan tidak menentu sebagai tukang bangunan, bantuan ini menjadi krusial. Pada 2025 lalu, beliau sempat menerima bantuan Bedah Warung, dan kini program RLHB hadir untuk menyempurnakan aspek huniannya.

Selanjutnya, tim menyambangi kediaman Buali (67), seorang warga Kelurahan Magersari, Sidoarjo. Buali adalah sosok yang tangguh namun rentan; seorang penyandang disabilitas yang menggantungkan hidup sebagai pencari barang rongsokan. Ia menghuni rumah dengan kondisi memprihatinkan bersama keponakannya, yang mana salah satu anggota keluarganya pun tengah berjuang melawan penyakit pneumonia.

Investasi Sosial dan Harapan

Dalam perspektif filantropi modern, program RLHB yang dijalankan BAZNAS mengedepankan prinsip Social Return on Investment (SROI). Bantuan renovasi rumah tidak hanya dihitung dari biaya material bangunan, namun dari dampak jangka panjang yang dihasilkan: perbaikan kesehatan penghuni, stabilitas ekonomi keluarga, hingga peningkatan harga diri dan kemandirian.

Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhamuddin, menegaskan bahwa sinergi ini adalah komitmen nyata untuk mendayagunakan zakat secara produktif.

“Kami memandang rumah sebagai fondasi dasar bagi martabat keluarga. Saat kita membedah rumah Ibu Arimah atau Pak Buali, kita sebenarnya sedang membangun ekosistem hidup yang lebih sehat dan aman bagi mereka. Melalui sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar menjadi katalis perubahan yang dampaknya berlipat ganda. Ini adalah investasi kemanusiaan; rumah yang layak akan memicu produktivitas penghuni dan mengurangi beban biaya kesehatan mereka ke depannya,” ujar Ilhamuddin di sela-sela survei.

Program ini diharapkan tidak hanya memberi atap yang teduh, tetapi juga menjadi simbol bahwa zakat benar-benar hadir sebagai jaring pengaman sosial yang kokoh. Dengan kolaborasi intensif bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Sidoarjo optimistis bahwa upaya ini akan menjadi preseden bagi gerakan filantropi yang lebih sistematis, terukur, dan berdampak luas dalam menguatkan ketahanan ekonomi masyarakat di Jawa Timur.

Melalui langkah kecil yang dilakukan hari ini, BAZNAS terus berikhtiar agar keadilan sosial dapat dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan, sesuai dengan semangat utama kita: Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!