BeritaHeadline

Menjemput Asa di Bawah Atap yang Rapuh: Kisah Perjuangan Bapak Sugiyanto dan Ibu Siti Mariyam

12
×

Menjemput Asa di Bawah Atap yang Rapuh: Kisah Perjuangan Bapak Sugiyanto dan Ibu Siti Mariyam

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Langit Sidoarjo siang itu, Kamis (30/4/2026), tampak sedikit mendung, seolah turut merasakan beban berat yang dipikul oleh para pejuang hidup di sudut-sudut pemukiman. Di tengah hiruk-pikuk kota, tim BAZNAS Sidoarjo kembali bergerak, menyusuri gang demi gang untuk memastikan bahwa amanah para muzakki sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan melalui program Rehab Rumah Layak Huni (RLHB).

Langkah kaki Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, bersama staf pelaksana Ricky Prabu, berhenti di sebuah rumah di Perum Pondok Tanggulangin Asri, Desa Kalitengah. Di sana, mereka disambut oleh Bapak Sugiyanto (47), seorang pria yang garis wajahnya menceritakan ketabahan yang luar biasa.

Dahulu, Sugiyanto adalah seorang pekerja pabrik. Namun, hantaman badai PHK memaksanya banting setir menjadi pengemudi ojek online demi menghidupi istri dan keempat anaknya. Di dalam rumah mungil yang ia huni, kenyataan pahit terpampang nyata. Bagian atap rumahnya sudah banyak yang berlubang, sementara lantainya masih berupa tanah di beberapa sudut. Karena posisi lantai yang lebih rendah dari jalan, banjir menjadi tamu tak diundang yang rutin masuk setiap kali hujan deras mengguyur.

“Kami hadir di sini bukan sekadar untuk mendata, tapi untuk merasakan denyut perjuangan Bapak Sugiyanto. Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, bukan tempat yang membuat khawatir saat hujan turun,” ujar Ilhamuddin dengan nada empatik saat berdialog dengan keluarga tersebut.

Perjalanan kemanusiaan ini berlanjut ke Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono. Kali ini, tim menemui Ibu Siti Mariyam, seorang janda lansia yang hidup dalam kesunyian dan kekhawatiran. Kondisi rumahnya jauh lebih memprihatinkan. Kayu-kayu penyangga atapnya telah lapuk dimakan usia, membuat seluruh struktur bangunan seolah menunggu waktu untuk ambruk. Setiap derit kayu di malam hari menjadi teror tersendiri bagi Ibu Siti.

 

Melihat kondisi tersebut, Ricky Prabu dengan teliti mencatat setiap kerusakan sebagai bagian dari proses asesmen kelayakan. Program RLHB ini memang dirancang khusus untuk menyasar warga yang secara ekonomi tidak mampu melakukan perbaikan mandiri, namun memiliki kondisi hunian yang membahayakan keselamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ilhamuddin menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam gerakan filantrophi. “Setiap rupiah zakat yang disalurkan melalui BAZNAS adalah harapan bagi Bapak Sugiyanto dan Ibu Siti Mariyam. Melalui semangat ‘Zakat Menguatkan Indonesia’, kami berkomitmen untuk mengubah rumah tidak layak ini menjadi hunian yang bermartabat dan aman,” tegasnya.

Asesmen hari ini menjadi awal dari babak baru bagi kedua keluarga tersebut. BAZNAS Sidoarjo berharap, melalui perbaikan rumah ini, beban ekonomi mereka dapat sedikit terangkat, sehingga mereka bisa fokus pada masa depan pendidikan anak-anak dan kesejahteraan keluarga yang lebih baik. Karena di balik atap yang kokoh, terdapat jiwa-jiwa yang akan tumbuh lebih kuat untuk membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!