
SIDOARJO – Mentari Selasa (21/04/2026) terasa lebih sejuk di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu. Di sebuah sudut desa, sebuah transformasi nyata sedang berlangsung. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali hadir menjalankan amanah umat melalui monitoring program Rehabilitasi Rumah Layak Huni (RLHB) di kediaman Ibu Rumiyatin.
Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret setelah beberapa waktu lalu Bupati Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tersebut. Saat itu, kondisi rumah Ibu Rumiyatin sangat memprihatinkan; atap yang bocor dan dinding yang tak lagi mampu menghalau cuaca ekstrem menjadi pemandangan pilu yang menggerakkan hati banyak pihak.
Kehadiran yang Menguatkan Harapan
Hadir langsung dalam monitoring periode April ini, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar—atau yang akrab disapa Gus Jazuk—bersama staf pelaksana, Ricky Prabu. Mereka memastikan bahwa setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat telah dikonversi menjadi material bangunan yang kokoh dan pengerjaan yang berkualitas.
Gus Jazuk tampak telaten memeriksa detail bangunan, mulai dari struktur atap galvalum hingga kamar mandi yang sebelumnya tak layak. Baginya, program RLHB bukan sekadar urusan semen dan batu bata, melainkan soal mengembalikan martabat kemanusiaan.
“Kami hadir untuk memastikan amanah para muzakki (pembayar zakat) tersampaikan dengan tepat. Rumah Ibu Rumiyatin adalah prioritas kami setelah sidak Bapak Bupati kemarin. Target kami jelas: memberikan hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tapi juga sehat dan nyaman untuk ditempati,” ujar Gus Jazuk di sela-sela peninjauan.
Menuju Hunian Utuh
Dalam ingatan kolektif warga, rumah ini dulunya hanya tampak “baik” di bagian depan, sementara bagian dalamnya hampir roboh. Kini, pemandangan itu telah berganti. Dinding bata telah berdiri tegak menggantikan papan lapuk dan seng-seng tua.
Ibu Rumiyatin, dengan mata berkaca-kaca, tak henti-hentinya mengucap syukur. Baginya, bantuan dari BAZNAS Sidoarjo adalah mukjizat yang hadir di masa tua.
“Dulu kalau hujan saya bingung mau berteduh di mana, Mas. Semuanya bocor, dindingnya hanya seng dan kayu lapuk. Sekarang, alhamdulillah, saya tidak menyangka rumah saya bisa sebagus ini. Terima kasih BAZNAS, terima kasih Bapak Bupati. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak-Bapak semua,” ungkap Ibu Rumiyatin dengan nada bergetar penuh haru.

Zakat Menguatkan Indonesia
Program RLHB merupakan salah satu pilar unggulan BAZNAS Sidoarjo dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sinergi antara pemerintah daerah melalui sidak bupati dan eksekusi cepat oleh BAZNAS membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci kesejahteraan.
Monitoring rutin ini bertujuan untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan proyek selesai tepat waktu. Ricky Prabu, staf pelaksana BAZNAS, menambahkan bahwa perkembangan renovasi berjalan sesuai jadwal. “Kami pantau terus kualitasnya. Ibu Rumiyatin bisa segera menempati rumah ini dengan tenang,” tegasnya.
Perjalanan di Desa Sawocangkring ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di balik setiap lembar uang zakat yang kita tunaikan, ada harapan yang tumbuh, ada air mata yang terhapus, dan ada dinding-dinding rumah yang berdiri kokoh untuk melindungi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Zakat Menguatkan Indonesia.












