BeritaHeadline

Senyum Bapak Imam: Saat Zakat Merajut Kembali Atap yang Rapuh

110
×

Senyum Bapak Imam: Saat Zakat Merajut Kembali Atap yang Rapuh

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo – Langit Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, siang itu tampak cerah, seolah ikut merayakan sukacita yang membuncah di hati Bapak Imam Syafi’i. Kamis, 23 April 2026, menjadi catatan sejarah baru bagi keluarganya. Hari itu, bukan sekadar seremoni penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) Rumah Layak Huni (RLHB), melainkan kembalinya rasa aman yang sempat hilang bertahun-tahun.

Masa-Masa dalam Ketakutan

Mundur sejenak ke awal April 2026, saat tim BAZNAS Sidoarjo pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Bapak Imam untuk proses asesmen. Kondisinya jauh dari kata layak. Struktur kayu yang menopang atap sudah lapuk dimakan usia, memaksa Bapak Imam memasang sangga-sangga darurat agar langit-langit tidak runtuh seketika.

Dua kamar tidur yang seharusnya menjadi ruang privasi paling nyaman, justru menjelma menjadi area terlarang karena bahaya yang mengintai dari atas. Keluarga ini terpaksa berhimpit di ruang tamu, satu-satunya sudut yang dianggap masih cukup kuat menahan beban atap yang miring.

“Kalau hujan lebat, kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Takut atap ambruk sewaktu-waktu,” kenang Bapak Imam dengan suara bergetar saat menunjukkan retakan dinding kala itu.

Zakat yang Mengubah Hidup

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat. Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa rumah Bapak Imam masuk dalam kategori prioritas tinggi.

“Kami tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan kelayakan administratif dan tingkat kebutuhan. Keluarga Bapak Imam adalah prioritas karena kondisi rumah yang sangat berbahaya,” jelas Richie saat itu.

Hanya dalam waktu singkat, transformasi itu terjadi. Dana zakat yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Sidoarjo dikelola secara akuntabel untuk merenovasi hunian ini. Kini, tidak ada lagi sangga bambu darurat atau dinding retak yang mengancam keselamatan.

Penyerahan yang Penuh Haru

Kamis siang, H. Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, didampingi oleh Ricky Prabu, Staf Pelaksana, hadir langsung untuk memonitor sekaligus menyerahkan rumah yang kini telah berdiri kokoh dan bercat hijau segar.

Dalam kesempatan tersebut, H. Achmad Saleh menyampaikan pesan mendalam tentang esensi zakat yang melampaui sekadar transaksi finansial.

“Zakat bukan hanya soal angka, tetapi tentang mengubah kehidupan. Ketika kita membangun kembali atap yang bocor, kita sedang memberikan rasa aman kepada keluarga yang selama ini hidup dalam ketakutan,” ujar Achmad Saleh dengan penuh keyakinan.

Bapak Imam tak henti-hentinya mengucap syukur. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doa panjang di setiap malam saat hujan mengguyur desanya. “Sekarang saya bisa tidur tenang, tidak perlu lagi melirik ke atap setiap kali angin kencang datang,” ucapnya dengan wajah berseri.

Before- assesment

Zakat Menguatkan Indonesia

Program RLHB BAZNAS Sidoarjo merupakan bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi pilar kekuatan sosial. Melalui program ini, rumah-rumah dhuafa direnovasi menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Transformasi rumah Bapak Imam Syafi’i adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa dengan berzakat, kita sedang merajut kembali harapan-harapan yang sempat terkoyak oleh kemiskinan. Karena di setiap rupiah zakat yang disalurkan, ada hak mereka untuk hidup dengan rasa aman.

 

BAZNAS Sidoarjo: Amanah, Transparan, Profesional.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!