BeritaHeadline

Langkah Khidmat di Selasa Pagi: Saat Bantuan Pendidikan dan Renovasi Mushola Menyapa Warga Krian

10
×

Langkah Khidmat di Selasa Pagi: Saat Bantuan Pendidikan dan Renovasi Mushola Menyapa Warga Krian

Sebarkan artikel ini

Di bawah langit Krian yang mulai menghangat pada Selasa pagi, 5 Mei 2026, sebuah misi kemanusiaan bergerak menyusuri gang-gang pemukiman. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali hadir di tengah masyarakat, membawa amanah para muzakki untuk merajut asa yang sempat pudar. Perjalanan kali ini bukan sekadar distribusi bantuan formal, melainkan sebuah manifestasi nyata dari semangat Zakat Menguatkan Indonesia, di mana setiap rupiah yang tersalurkan menjadi jembatan bagi masa depan yang lebih baik.

Langkah kaki tim yang dipimpin oleh Hafidz, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, bersama para mahasiswa magang—Ayu, Indah, dan Shifa—bermula pada pukul 09.30 WIB. Titik pertama di SDN Terik menjadi saksi betapa pendidikan dan kenyamanan ibadah adalah dua pilar penting bagi ketahanan sosial. Sebanyak sepuluh anak sekolah menerima bantuan biaya pendidikan dengan mata berbinar. Di saat yang sama, tim juga menyerahkan bantuan renovasi mushola, sebuah upaya untuk memastikan bahwa ruang sujud masyarakat tetap kokoh dan nyaman sebagai pusat spiritualitas desa.

Matahari merambat naik, namun semangat tim tidak surut. Tepat pukul 11.00 WIB, rombongan bergeser menuju SDN Krian 1. Di sekolah ini, potret perjuangan pendidikan tampak nyata. BAZNAS Sidoarjo kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi delapan siswa yang membutuhkan. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua agar putra-putri mereka tetap fokus mengejar cita-cita tanpa terbayang kekhawatiran biaya. Tak hanya bagi para siswa, kepedulian juga mengalir untuk fasilitas ibadah di sekolah tersebut. Penyerahan bantuan renovasi mushola di lingkungan sekolah menjadi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa sejak dini.

Perjalanan siang itu mencapai puncaknya di Dusun Badas, Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian. Sekitar pukul 12.45 WIB, tim mengunjungi kediaman Bapak Yudi Dwi. Beliau bukan sekadar warga biasa, melainkan sosok tokoh agama setempat yang selama ini mendedikasikan waktunya untuk membimbing spiritualitas warga. Namun, di balik pengabdiannya yang tulus, kondisi ekonomi beliau membutuhkan uluran tangan. BAZNAS Sidoarjo hadir memberikan bantuan biaya hidup sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas dedikasi beliau dalam menjaga kerukunan serta nilai-nilai agama di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan bahwa zakat memiliki peran yang sangat dinamis. Ia bekerja secara simultan: menjaga nyala api pendidikan di sekolah, memperkokoh dinding-dinding rumah Tuhan, dan merangkul para penjaga iman di tingkat akar rumput. Setiap titik lokasi di Krian menceritakan narasi yang sama tentang kepedulian yang tak terputus.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 13.50 WIB ini meninggalkan jejak syukur di wajah-wajah para penerima manfaat. Sinergi antara amil, muzakki, dan mustahik di Sidoarjo menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi merupakan instrumen kuat untuk memulihkan martabat manusia dan menguatkan struktur sosial bangsa. Di tangan-tangan yang peduli, setiap amanah menjadi energi besar yang terus bergerak, memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian dalam menghadapi himpitan ekonomi, sejalan dengan visi besar dalam menguatkan Indonesia melalui kemuliaan zakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!