BeritaHeadline

Tawa yang Menyembuhkan: Relawan BTB Baznas Sidoarjo Bersama Mahasiswa Syiah Kuala di “Ruang Harapan” Aceh Tamiang

52
×

Tawa yang Menyembuhkan: Relawan BTB Baznas Sidoarjo Bersama Mahasiswa Syiah Kuala di “Ruang Harapan” Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini

 

Sidoarjo, 12 Januari 2026 – Di balik sisa lumpur dan duka yang menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah tempat sederhana berdiri sebagai titik balik keceriaan. Tempat komunal  itu dinamakan “Ruang Harapan”. Di sinilah, tawa anak-anak yang sempat redup akibat trauma bencana kembali membuncah, memecah keheningan posko pengungsian melalui aksi trauma healing yang menyentuh hati.

Relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari BAZNAS Sidoarjo melintasi batas geografis untuk hadir langsung di tanah Rencong. Bersinergi dengan energi muda dari mahasiswa-mahasiswi Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan pendampingan psikososial. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni bantuan, melainkan upaya nyata untuk memastikan bahwa dampak dari setiap rupiah zakat yang disalurkan mampu menyentuh aspek terdalam manusia: pemulihan jiwa.

Tampak suasana hangat saat para relawan membaur bersama puluhan anak-anak dalam permainan tebak-tebakan. “Ayo, siapa yang tahu hewan apa yang punya belalai panjang?” tanya seorang relawan disambut acungan jari berebut. “Gajah!” teriak anak-anak serempak, disusul gelak tawa yang memenuhi seisi ruangan sederhana itu. Permainan sederhana ini menjadi katarsis penting bagi mereka untuk sejenak melupakan trauma bencana yang baru saja lewat.

Ahmad Hamdani, menekankan bahwa keberhasilan sebuah misi kemanusiaan tidak hanya diukur dari banyaknya paket bantuan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar perubahan positif pada kondisi mental para penyintas.

“Kami percaya bahwa zakat bukan hanya soal membangun kembali dinding rumah yang runtuh, tapi juga membangun kembali harapan yang sempat patah. Dampak yang kami kejar adalah pulihnya senyum anak-anak ini. Sebab, memulihkan mental generasi masa depan adalah investasi kemanusiaan yang nilainya tak terhingga,” ujar Ahmad Hamdani di sela-sela kegiatannya.

Bagi BAZNAS Sidoarjo, keterlibatan bersama  mahasiswa USK memberikan nilai tambah yang luar biasa. Kedekatan budaya dan emosional mahasiswa lokal membuat proses pendampingan berjalan lebih natural, sehingga pesan-pesan penguatan mental lebih mudah diterima oleh anak-anak di Aceh Tamiang.

Aksi ini merupakan manifestasi nyata dari visi besar BAZNAS dalam mengelola dana umat. Bahwa setiap bantuan dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan masyarakat. Sebagaimana misi yang selalu diemban, setiap langkah kecil di “Ruang Harapan” ini adalah bagian dari upaya besar kolektif kita semua. Karena pada akhirnya, melalui dukungan para muzaki, Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!