BeritaHeadline

Merajut Asa di Ujung Usia dan Keterbatasan: Aksi Nyata BAZNAS Sidoarjo Menjangkau Kelompok Rentan

55
×

Merajut Asa di Ujung Usia dan Keterbatasan: Aksi Nyata BAZNAS Sidoarjo Menjangkau Kelompok Rentan

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Kelompok rentan, mereka yang berada di ujung usia, atau berjuang melawan keterbatasan fisik dan ekonomi, adalah pilar utama perhatian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, masih banyak warga yang menggantungkan harapannya pada uluran tangan sesama. Senin, 8 Desember 2025, menjadi saksi bisu betapa semangat filantropi di Sidoarjo benar-benar hidup. Tim BAZNAS, melibatkan staf pelaksana Minan, Sofwan, Herex, Rita, dan Hafid, turun langsung ke lapangan, memastikan amanah Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tersampaikan kepada yang berhak.

Menapaki Jejak Kemanusiaan: Dari Lansia Hingga Penyintas Sakit

Aksi ini berfokus pada penyaluran program bantuan biaya hidup, sebuah upaya vital untuk menopang keberlangsungan hidup para mustahik. Langkah pertama tim tertuju ke Bulusidokare. Di sana, dua sosok lansia, Ibu Tarwiyah (70 tahun) dan Ibu Fatonah (73 tahun), yang sama-sama tergolong keluarga kurang mampu, menerima bantuan. Wajah-wajah yang menampakkan guratan usia dan perjuangan itu kini dihiasi senyum tipis, merasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menjalani sisa usia.

Perjalanan berlanjut ke Sekardangan. Di lokasi ini, tim menjumpai beberapa kasus yang membutuhkan penanganan segera dan empati mendalam. Ibu Anis Sulami (65 tahun) adalah salah satunya. Sejak lima bulan lalu, ia harus berjuang dengan patah kaki akibat jatuh dan kini hanya bisa berjalan dibantu tongkat. Kondisi ini tentu sangat menghambat aktivitas dan kemandiriannya.

Perjuangan di Tengah Keterbatasan: Kisah-Kisah yang Menggugah

Di Sekardangan, BAZNAS juga bertemu Ibu Iin Supriani (38 tahun). Tiga tahun silam, ia terserang stroke, dan kini ia harus berjuang membesarkan anaknya di tengah keterbatasan finansial dan rumah yang kurang layak. Rumah yang ditempati Ibu Iin bahkan berstatus tanah dan bangunan milik desa setempat, mencerminkan kerentanan tempat tinggalnya.

Kisah mengharukan lainnya datang dari Bapak Rustan Efendi (38 tahun). Sejak tahun 2000, beliau lumpuh setelah jatuh dari pohon dan kini hanya bisa menghabiskan waktu di kamar tidur. Aktivitas sehari-harinya bergantung pada kursi roda yang diperoleh dari bantuan dinas sosial. Sama seperti Ibu Iin, tempat tinggal Bapak Rustan juga milik kelurahan setempat, menggarisbawahi kondisi ekonomi yang sangat sulit.

Amanah yang Tuntas dan Komitmen Berkelanjutan

Tak hanya di Sekardangan, distribusi bantuan juga dilaksanakan di Kecamatan Candi, tepatnya di Perumahan Bumi Asri. Tim yang melibatkan Herex, Rita, dan Hafid, menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ibu Walina.

“Laporan kegiatan BAZNAS Kab. Sidoarjo di lapangan ini adalah bukti bahwa amanah dari para Muzaki dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran. Kami fokus menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga mereka yang berjuang melawan penyakit kronis,” tegas M. Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo.

Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS Sidoarjo tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menebarkan semangat optimisme. Aksi nyata ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan Sidoarjo yang berkah dan peduli, memastikan bahwa tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam lingkaran kesulitan. Setiap donasi yang terkumpul menjadi nafas baru bagi kelompok rentan, menjadi jaminan bahwa harapan untuk hidup lebih baik itu nyata dan BAZNAS Sidoarjo akan terus menjadi jembatan kebaikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!