
SIDOARJO – Usia senja sejatinya adalah masa untuk beristirahat dengan tenang di tengah hangatnya dekapan keluarga. Namun, bagi sebagian orang, masa tua adalah babak perjuangan yang paling sunyi. Pada Jumat (19/12/2025), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menyusuri jalanan desa, melewati pematang tambak hingga pemukiman padat, untuk memastikan bahwa mereka yang rentan tidak berjalan sendirian dalam kesunyiannya. Dua sosok tangguh, Bapak Oye dan Mbah Sampur, menjadi saksi bagaimana amanah zakat masyarakat Sidoarjo hadir sebagai pelipur lara.
Perjalanan kemanusiaan dimulai di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon. Di ujung desa yang berbatasan dengan hamparan tambak, tim BAZNAS Sidoarjo menemui Bapak Oye. Di usianya yang telah menyentuh 96 tahun, pria kelahiran 1929 ini hidup dalam kondisi yang menggetarkan hati: sebatang kara. Beliau tidak memiliki rumah, apalagi keluarga sedarah yang bisa memberikan sandaran. Namun, di tengah keputusasaan itu, secercah kemanusiaan muncul dari sosok Ibu Khunaini. Meski profesinya hanyalah seorang peternak kambing dengan penghasilan yang pas-pasan, ia dengan ikhlas merawat Bapak Oye di rumahnya.
Kehadiran tim BAZNAS di Kalisogo didampingi oleh petugas desa dan Pak Eko selaku Ketua RT setempat untuk melakukan assessment langsung. “Kami ingin memastikan Bapak Oye mendapatkan perhatian yang layak. Beliau adalah potret warga rentan yang harus kita muliakan bersama,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS di lokasi. Assessment ini menjadi langkah awal bagi BAZNAS untuk merumuskan bantuan berkelanjutan, agar di masa senjanya, Bapak Oye tidak perlu lagi merasa cemas akan esok hari.

Tak berhenti di Jabon, misi kemanusiaan berlanjut ke Kelurahan Gedang, Kecamatan Porong. Di sana, sebuah kisah keteguhan terpancar dari sosok Mbah Sampur. Di usianya yang luar biasa, yakni 106 tahun (kelahiran 1919), Mbah Sampur masih berjuang melawan sakit gondok menahun yang menggerogoti kesehatannya. Sehari-hari, beliau hanya bisa terbaring dan dirawat oleh putrinya yang dengan setia mengabdi meski dalam keterbatasan ekonomi yang menghimpit.
Didampingi langsung oleh Ibu Kepala Desa Gedang, BAZNAS Sidoarjo menyerahkan bantuan biaya hidup untuk Mbah Sampur. Bantuan ini merupakan bentuk intervensi cepat untuk meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan perawatan harian sang nenek. Senyum tipis yang tersungging dari wajah keriput Mbah Sampur menjadi bayaran tak ternilai bagi para relawan yang hadir. Ada rasa syukur yang mendalam terpancar dari mata sang putri saat menerima titipan dari para muzakki ini.
Kegiatan silaturahmi sekaligus penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen BAZNAS Sidoarjo untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. Dua lansia ini, Bapak Oye dan Mbah Sampur, adalah simbol dari ketahanan hidup. Melalui sentuhan kasih ini, BAZNAS berharap pesan kemanusiaan ini dapat mengetuk pintu hati lebih banyak orang untuk saling peduli. Sebab, pada setiap rupiah zakat yang ditunaikan, ada hak mereka yang telah renta untuk hidup dengan lebih bermartabat.












