
SIDOARJO – Di bawah langit Jalan Pahlawan No. 10, gema semangat filantropi mulai ditabuh. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi bersama Kasi Kessos Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (12/02/2026). Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah awal menggaungkan kampanye nasional “Zakat Menguatkan Indonesia” melalui balutan kearifan lokal bertajuk #RamadhanTangguh.
Rapat ini menjadi momentum krusial untuk memastikan bahwa setiap butir beras zakat dan setiap rupiah sedekah menjadi instrumen penguat ekonomi umat, terutama bagi mereka yang berada di garis kemiskinan.
Ketangguhan Dimulai dari Kepastian Ibadah
Ketua BAZNAS melalui forum ini menetapkan konversi zakat fitrah sebesar Rp50.000 (3 kg beras terbaik) dan fidyah sebesar Rp45.000. Angka ini bukan sekadar nominal, melainkan bentuk komitmen untuk memberikan kualitas terbaik bagi para mustahik (penerima zakat). Dengan informasi yang lebih awal, diharapkan masyarakat Sidoarjo dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih tenang dan terencana.
Distribusi Berbasis Pemetaan: Menguatkan yang Rapuh
Semangat #RamadhanTangguh diwujudkan melalui sistem distribusi zakat fitrah yang lebih presisi. BAZNAS meminta setiap kecamatan memetakan “kantong kemiskinan” di wilayahnya.
- Target: 125 paket beras per desa terpilih.
- Sinergi: Kolaborasi logistik dengan kendaraan operasional desa untuk memastikan bantuan sampai ke pintu-pintu rumah warga tanpa hambatan.
Memuliakan Para Penjaga Keikhlasan
Zakat juga menyasar mereka yang selama ini bekerja dalam senyap. Para penjaga makam, penjaga masjid, hingga tenaga kebersihan kantor kecamatan akan menerima paket Ramadhan berupa uang tunai dan sarung. Ini adalah simbol apresiasi bagi mereka yang menjaga pilar-pilar sosial dan spiritual di Sidoarjo agar tetap tangguh berdiri.
Puncak Kebahagiaan: Santunan 1.000 Anak Yatim
Sebagai mahkota dari rangkaian program Ramadhan, BAZNAS akan menghadirkan senyum bagi 1.000 anak yatim pada 15 Maret mendatang. Tidak hanya santunan uang tunai dan alat tulis, anak-anak ini juga akan mendapatkan bantuan transport dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Ini adalah bukti bahwa sinergi zakat mampu melintasi batas birokrasi demi menguatkan masa depan generasi bangsa.
Mengetuk Pintu Langit, Menguatkan Bumi Sidoarjo
“Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Di Sidoarjo, kita terjemahkan itu dengan aksi nyata melalui Ramadhan Tangguh. Kita ingin memastikan bahwa saat Idul Fitri tiba, tidak ada satupun warga Sidoarjo yang merasa sendirian dalam kekurangan,” ujar Chasbil Azis salju Sodar ,ketua BAZNAS Sidoarjo (gus jazuk).
Melalui koordinasi ini, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik balik ketangguhan ekonomi dan sosial, dimulai dari zakat yang dikelola dengan hebat.












