BeritaHeadline

Kolaborasi Epik BAZNAS Sidoarjo dan Indofood: Mengawal Generasi Emas Bebas Stunting

50
×

Kolaborasi Epik BAZNAS Sidoarjo dan Indofood: Mengawal Generasi Emas Bebas Stunting

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, 8 Desember 2025 – Komitmen kolektif untuk masa depan generasi penerus bangsa kembali diukir dengan tinta emas. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menegaskan peran sentralnya sebagai jembatan kebaikan umat melalui kolaborasi strategis dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur – Nutrition & Special Foods Division. Sinergi masif ini terwujud dalam kegiatan “Kick Off Program Genting dan Edukasi Kreasi Menu MPASI” di Balai Kelurahan Taman, sebuah langkah tegas untuk memberdayakan ibu hamil dan keluarga balita rawan stunting di Kota Delta.

Acara yang diprakarsai dalam kerangka besar pendampingan gizi oleh BKKBN ini, menjadi magnet bagi puluhan ibu dan kader posyandu. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini adalah deklarasi perang terhadap ancaman stunting, yang selama ini membayangi kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Keterlibatan BAZNAS membuktikan bahwa dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang diamanahkan umat, kini bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masalah kesehatan mendasar.

Makna Penting GENTING BKKBN

Kegiatan yang dilaksanakan di Sidoarjo ini merupakan bagian dari gerakan nasional GENTING BKKBN (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). GENTING adalah program inovatif yang menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting, khususnya selama periode krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui empat dimensi bantuan—Nutrisi, Non-Nutrisi (sanitasi/jamban sehat), Akses Air Bersih, dan Edukasi—GENTING bertujuan mengoptimalkan kondisi kesehatan dan lingkungan keluarga sasaran, demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai “orang tua asuh”.

Mengubah Dapur Menjadi Laboratorium Gizi

Inti dari kegiatan ini adalah edukasi dan praktik kreasi menu MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Layanan Gizi Indofood hadir memberikan coaching intensif, mengubah persepsi bahwa makanan bergizi harus mahal dan rumit. Para ibu diajarkan bagaimana mengolah bahan pangan lokal—yang mudah diakses—menjadi hidangan yang memenuhi kaidah gizi seimbang, penting untuk tumbuh kembang optimal anak di atas enam bulan.

Semangat yang membara dari para peserta tidak lepas dari motivasi dan dukungan yang datang dari para stakeholder. Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Achmad Saleh, memberikan penekanan tajam pada urgensi aksi ini.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata kepedulian. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi tentang investasi jangka panjang bagi kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Gizi yang baik adalah hak dasar, dan kita hadir di sini untuk memastikan hak itu terpenuhi bagi setiap ibu dan anak,” tegas Achmad Saleh.

Pernyataan ini bukan hanya retorika, melainkan cerminan dari komitmen BAZNAS Sidoarjo untuk memprioritaskan program kesehatan dan gizi, sejalan dengan upaya pemerintah menekan angka stunting.

Logistik Berbasis Empowerment

Program pendampingan MPASI ini dilengkapi dengan distribusi logistik yang bersifat empowering. BAZNAS Sidoarjo, melalui kolaborasi ini, memastikan bahwa pengetahuan yang didapat oleh para ibu dapat langsung dipraktikkan. Dengan dukungan dari Indofood, paket-paket yang diserahkan berfungsi sebagai starter kit, membantu keluarga rentan untuk segera menerapkan prinsip-prinsip gizi yang baru mereka pelajari.

Dukungan nyata ini krusial. Seringkali, kendala ekonomi menjadi penghalang terbesar dalam menerapkan MPASI yang berkualitas. Melalui sinergi BAZNAS dan Indofood, hambatan tersebut dipangkas, memastikan bahwa fokus orang tua dapat sepenuhnya tercurah pada praktik pemberian makan yang benar (responsive feeding). Masing-masing paket yang disalurkan membawa pesan harapan dan penguatan modal gizi bagi keluarga-keluarga penerima manfaat.

Masa Depan Sehat Dimulai dari Sidoarjo

Kegiatan di Kelurahan Taman ini menjadi template ideal kolaborasi multisektor: negara melalui BKKBN, industri melalui Indofood, dan lembaga sosial keagamaan melalui BAZNAS. Sinergi ini menjamin keberlanjutan intervensi gizi, dari hulu (edukasi) hingga hilir (bantuan logistik). BAZNAS Sidoarjo optimis, dengan pendekatan yang komprehensif dan emphatic seperti ini, upaya pencegahan stunting akan menunjukkan hasil yang signifikan.

Langkah kecil di Balai Kelurahan Taman, Sidoarjo, pada hari ini adalah lompatan besar menuju terciptanya generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. BAZNAS Sidoarjo siap terus mengawal setiap langkah ini, menjadikan zakat sebagai kekuatan pendorong utama kemandirian gizi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!