
Sidoarjo, 15 Desember 2025 —Di tengah derita yang masih melanda saudara-saudara kita di Sumatera akibat banjir dan longsor, sebuah gelombang kebaikan tak terduga muncul dari sudut kota Sidoarjo. Bukan dari gedung-gedung tinggi atau lembaga besar, melainkan dari sebuah sekolah dasar di desa Prasung Buduran. Keluarga Besar SDN Prasung membuktikan bahwa empati sejati tidak mengenal usia, dan tindakan nyata bisa lahir dari hati yang paling polos—bahkan dari tangan-tangan kecil yang gemetar memegang uang saku.
Aksi filantropi ini digelar pada Jumat (12/12) dengan suasana yang haru namun penuh semangat. Seluruh warga sekolah—mulai dari siswa-siswi, guru, hingga staf non-pendidik—bergerak bersama dalam satu misi: menyalurkan kepedulian kepada korban bencana. Mereka tidak hanya belajar tentang kemanusiaan di buku pelajaran, tapi mereka *menjalankannya*.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung arti peduli, bukan hanya menghafalnya,” tegas Kepala Sekolah, Mimin Nur Hidayatul Komsiyah, S.Pd., dengan nada penuh keyakinan. “Ini adalah pembentukan karakter yang hidup, bukan teori yang mati.”
Setiap siswa, dengan wajah serius dan mata berbinar, menyisihkan uang tabungan atau uang saku mereka. Beberapa anak tampak gugup, tangannya gemetar saat memasukkan lembaran uang ke dalam kotak amal bertuliskan “Sedekah Jum’at”. Itulah bukti nyata: kepedulian bukan soal nominal, tapi soal niat yang suci dan hati yang tulus.
Dalam waktu singkat, dana sebesar Rp1.000.000 berhasil terkumpul. Angka ini mungkin kecil jika dibandingkan skala bencana yang melanda Sumatera, namun nilai moralnya tak ternilai. Setiap rupiah adalah doa, setiap lembar uang adalah ikhtiar kecil yang menjadi kekuatan besar.
Donasi ini disalurkan secara transparan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, sebagai jaminan bahwa bantuan akan sampai tepat sasaran ke para korban di lapangan. BAZNAS Sidoarjo memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini, menyebutnya sebagai contoh nyata pendidikan karakter yang hidup, bukan sekadar teori.

“Ini bukan hanya donasi. Ini adalah pembentukan generasi empatik sejak dini,” ungkap Kepsek.
Masyarakat umum diajak turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo, donasi dapat disalurkan via transfer ke Rekening BSI 4488888008 atau BCA 8292799992 (a.n. BAZNAS Sidoarjo) dengan kode unik 25, atau kunjungi situs resmi kabsidoarjo.baznas.go.id.
Di balik setiap bencana, ada saudara-saudara kita yang kehilangan rumah, keluarga, dan harapan. Dan hari ini, Keluarga Besar SDN Prasung telah membuktikan: tangan-tangan kecil pun bisa menjadi kekuatan besar. Mereka tidak menunggu instruksi, tidak menunggu izin, tidak menunggu cukup besar—mereka bertindak. Karena peduli, tidak pernah butuh alasan. Ia hanya butuh hati yang berani membuka.
Mari kita ikuti jejak mulia ini. Karena di masa depan, bukan hanya bangunan yang akan dibangun kembali—tapi juga jiwa-jiwa yang lebih empatik, lebih peduli, dan lebih manusiawi. Dimulai dari kelas ini. Dari sekolah ini. Dari mereka—generasi kecil yang sudah jadi pahlawan tanpa tanda jasa.












