
SIDOARJO – Senin (22/12/2025). Di tengah kesibukan warga Sidoarjo menyambut akhir tahun, sebuah misi kemanusiaan bergerak dalam senyap namun memberikan dampak yang nyata. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan kebaikan dengan menyalurkan bantuan biaya hidup bagi puluhan warga di tiga desa yang masuk dalam kategori kelompok rentan.
Aksi yang berlangsung pada Kamis (18/12) pekan lalu ini bukan sekadar penyerahan amplop atau dokumen administratif. Bagi para penerima manfaat, kehadiran petugas BAZNAS adalah bentuk pengakuan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi himpitan ekonomi.
Sentuhan Hangat di Desa Suruh
Misi pertama menyasar Desa Suruh, Kecamatan Sukodono. Dipimpin langsung oleh M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, bantuan biaya hidup diserahkan kepada para lansia dan warga prasejahtera. Nama-nama seperti Mbah Saidi, Kaswito, Lusi Tri A., Paiti, Sumei, dan Sumiani tampak haru saat menerima dukungan tersebut.
Ilhamuddin yang terjun langsung ke lapangan menekankan bahwa program ini merupakan amanah dari para muzakki (pemberi zakat) yang harus disampaikan secara tepat sasaran.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya dipandang sebagai angka. Ini adalah titipan doa dan kepedulian dari sesama warga Sidoarjo. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dapur dan kebutuhan mendesak lainnya bagi bapak-ibu di Desa Suruh,” ungkap M. Ilhamuddin di sela-sela kegiatannya.
Menyisir Jabon: Dari Trompoasri hingga Kedungcangkring
Tak hanya di Sukodono, tim BAZNAS Sidoarjo juga bergerak ke wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Jabon. Kali ini, M. Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menjadi ujung tombak penyaluran di dua desa sekaligus.
Di Desa Trompoasri, sebanyak 14 warga kurang mampu berkumpul dengan wajah penuh harap. Satu per satu mereka menerima bantuan yang diharapkan mampu menjadi “penyambung napas” ekonomi di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Sementara itu, perjalanan berlanjut ke Desa Kedungcangkring, di mana 10 warga lainnya telah menanti dengan senyum syukur.
Total terdapat 24 keluarga di wilayah Jabon yang mendapatkan suntikan dana bantuan biaya hidup. Meski jarak tempuh antar desa cukup memakan waktu, semangat petugas tak surut demi memastikan amanah sampai ke tangan yang berhak.

Zakat yang Menghidupkan Harapan
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa instrumen zakat, infak, dan sedekah (ZIS) jika dikelola dengan profesional mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif. Kelompok rentan seperti lansia sebatang kara dan keluarga prasejahtera menjadi prioritas utama agar mereka tetap bisa hidup dengan layak dan bermartabat.
Senin (22/12) hari ini, saat berita ini ditayangkan, jejak kebaikan di tiga desa tersebut masih terasa hangat. BAZNAS Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus bergerak, menyisir sudut-sudut kota dan desa demi memastikan tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian dalam kemiskinan.












