
SIDOARJO – Ikhtiar panjang masyarakat Sidoarjo untuk memulihkan asa di tanah Serambi Mekkah akhirnya tunai dengan indah. Tepat pada Jumat (13/03/2026), Mushala Assalam di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, resmi memulai denyut nadinya sebagai pusat spiritual warga pasca-bencana. Peresmian ini ditandai dengan kekhusyukan Shalat Tasbih berjamaah dan prosesi adat Tepung Tawar yang sarat makna.
Menyemai Berkah di Balik Dinding Papan
Bangunan mushala yang pilar-pilarnya mulai berdiri kokoh sejak Februari lalu, kini telah berdiri tegak memenuhi janji kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo. Meski bersahaja dengan struktur dinding papan kayu yang sejuk, suasana di dalam Mushala Assalam terasa begitu mewah oleh pancaran iman.
Pagi itu, ruangan mushala dipenuhi oleh ibu-ibu warga Desa Babo. Mengenakan mukena putih bersih—bantuan dari BAZNAS RI yang difasilitasi oleh BAZNAS Sidoarjo—mereka larut dalam rangkaian Shalat Tasbih. Lantunan tasbih, tahmid, dan takbir menggema syahdu, memecah keheningan desa yang sempat terkoyak banjir bandang beberapa waktu lalu. Momen ini menjadi simbol penghambaan sekaligus rasa syukur yang mendalam atas hadirnya kembali rumah Allah di tengah-tengah mereka.
Tepung Tawar: Simbol Kedamaian dan Harapan Baru
Tak hanya ritual ibadah, peresmian ini juga merangkul kearifan lokal melalui prosesi adat Tepung Tawar. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk permohonan doa restu agar bangunan baru ini senantiasa membawa kedamaian, keselamatan, dan manfaat yang luas bagi umat.
Dengan dilaksanakannya prosesi ini, Mushala Assalam secara resmi bertransformasi menjadi jantung aktivitas warga. Kini, bangunan kayu tersebut siap menjadi wadah perwiridan, pengajian rutin, dan syiar Islam yang akan menghidupkan kembali marwah Desa Babo.
Dampak Nyata: Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik
Kehadiran Mushala Assalam terbukti memantik semangat baru. Dukungan BAZNAS Sidoarjo yang komprehensif—mulai dari konstruksi fisik hingga fasilitas pendukung seperti karpet sajadah dan alat perlengkapan shalat—menjadi magnet bagi warga untuk kembali memakmurkan masjid.
“Kami masyarakat Desa Babo mengucapkan ribuan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo atas uluran tangannya,” ungkap salah seorang perwakilan warga dengan nada bergetar haru. “Terima kasih telah menyediakan tempat untuk kami melaksanakan perwiridan dan pengajian. Semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi para muzakki dan pengurus BAZNAS Sidoarjo. Semoga menjadi amal jariyah.”

Menuju Ramadhan yang Tangguh
Keberhasilan pembangunan ini merupakan buah dari misi “Amanah Masyarakat Sidoarjo” yang dikawal ketat oleh relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Sebagaimana arahan Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), target operasional saat Ramadhan bisa dimanfaatkan secara optimal.
Kini, warga Desa Babo tidak lagi cemas Mereka telah memiliki tempat bersujud yang layak, akses air bersih yang memadai, dan persaudaraan yang erat dengan masyarakat Sidoarjo yang melampaui batas geografis.
Peresmian Mushala Assalam adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan napas kehidupan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukan.












