
SIDOARJO – Dalam upaya mewujudkan visi “Sidoarjo Tangguh” melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan strategis bagi tiga penerima manfaat , dua penerima manfaat di wilayah Kelurahan Sidokare dan satu penerima manfaat di SMK PGRI 1 Sidoarjo pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dipandang bukan sekadar penyaluran bantuan materi, melainkan sebuah investasi sosial untuk menjaga stabilitas ekonomi arus bawah dan menjamin keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB di Kelurahan Sidokare ini menyasar dua perempuan tangguh, yakni Ibu Irmawati (38) dan Ibu Saropah (45). Ibu Irmawati, yang sehari-hari berjuang menyambung hidup dengan berjualan camilan, mendapatkan dukungan biaya hidup untuk menjaga keberlangsungan usaha kecilnya dan stabilitas ekonomi keluarganya. Dukungan serupa diberikan kepada Ibu Saropah guna memperkuat ketahanan domestiknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Camat Sidoarjo, M. Azis Muslim, yang turut hadir dan mendampingi kegiatan di Kelurahan Sidokare, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan lembaga zakat. “Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat Sidokare memberikan dampak sosial yang nyata. Ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan langkah preventif agar warga kita, terutama para pelaku usaha kecil seperti Ibu Irmawati, tetap memiliki kemandirian ekonomi. Sinergi ini adalah kunci untuk membangun ketahanan sosial masyarakat yang lebih inklusif,” ungkapnya di sela-sela acara kunjungan di Sidokare tersebut.

Investasi sosial ini kemudian berlanjut pada sektor pendidikan bagi Levi Adi Putra, seorang siswa SMK PGRI 1 Sidoarjo. BAZNAS hadir untuk memberikan intervensi atas tunggakan biaya sekolah yang selama ini menjadi beban psikologis bagi siswa dan keluarganya. Dalam perspektif SROI, bantuan pendidikan ini memiliki nilai imbal balik sosial yang tinggi karena mencegah potensi putus sekolah dan memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi demi masa depan yang lebih baik.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, yang bertugas di lapangan bersama rekan Syukron, menjelaskan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan memiliki misi strategis. “Kami melihat bantuan ini sebagai modalitas sosial. Bagi Ibu Irmawati, ini adalah penguat mata pencaharian, dan bagi ananda Levi, ini adalah jaminan masa depan. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat ini menghasilkan perubahan hidup yang terukur dan memberikan ketenangan jiwa bagi para mustahik agar mereka bisa bangkit,” tegas Shofwan usai menyerahkan bantuan di sekolah tersebut.
Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan ekonomi daerah secara berkelanjutan sesuai dengan semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”.












