
Sidoarjo– Di bawah terik matahari yang menyengat di tanah Serambi Mekkah, deru mesin dan dentuman palu menjadi simfoni kemanusiaan yang terus bergema. Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Sidoarjo terus bergerak cepat mengawal amanah masyarakat Sidoarjo untuk memulihkan infrastruktur ibadah yang hancur pascabanjir bandang di Aceh.
Pada Selasa (10/02/2026), tim pelaksana melakukan peninjauan intensif terhadap progres pembangunan Musholla Pajak yang berlokasi di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Pemantauan ini merupakan bagian dari misi besar bertajuk “Amanah Masyarakat Sidoarjo” yang membawa misi mulia menghidupkan kembali “desa yang hilang” dari donasi Masyarakat melalui BAZNAS
Fokus pada Akses Air Bersih dan Infrastruktur
Kegiatan hari ini difokuskan pada dua aspek krusial: percepatan fisik bangunan musholla dan koordinasi penyediaan akses air bersih melalui sumur bor. Kehadiran sumur bor ini menjadi sangat vital, mengingat spesifikasi bangunan yang dirancang oleh BAZNAS Sidoarjo memang mengedepankan kemandirian energi dan sumber daya bagi warga terdampak.
“Kami melakukan koordinasi mendalam dengan pihak penyedia sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi jamaah nantinya,” lapor tim BTB di lapangan. “Dokumentasi progres menunjukkan pilar-pilar bangunan mulai berdiri kokoh, sebagai simbol kebangkitan martabat warga Desa Babo.”
Musholla Pajak di Aceh Tamiang ini merupakan satu dari tiga pusat kehidupan yang dibangun kembali oleh BAZNAS Sidoarjo, selain Musholla Desa Gunci dan Masjid At-Taqarub di Aceh Utara. Sesuai arahan Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), pembangunan ini menggunakan material tahan cuaca guna memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menuju Ramadhan Tangguh di Desa Babo
Selain fokus pada pembangunan fisik, misi kemanusiaan ini juga mulai menyiapkan penguatan spiritual dan sosial menjelang bulan suci. Tim BTB BAZNAS Sidoarjo telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk menyusun program buka puasa bersama.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Ramadhan Tangguh”, yang di dalamnya mencakup Dapur Umum Ramadhan Swadaya. Berbeda dengan bantuan instan, program ini mengedepankan pemberdayaan lokal di mana warga sendiri yang akan mengelola dan melayani jamaah.
“Kita ingin mereka kembali beribadah dengan tenang di masjid yang baru, merasakan kembali hangatnya kebersamaan Ramadhan meski di tengah keterbatasan,” ungkap Gus Jazuk dalam keterangan terpisah.

Target Operasional Penuh
Pasca peletakan batu pertama pada awal Februari lalu, tim kini bekerja maraton. Targetnya jelas: Musholla Pajak bisa beroperasi pada awal Ramadhan mendatang. Kehadiran tim BTB di lokasi menjadi bukti otentik bahwa solidaritas masyarakat Sidoarjo mampu menembus batas geografis, merajut kembali harapan yang sempat terkoyak bencana.
Aksi ini menegaskan kampanye “Zakat Menguatkan Indonesia”, di mana setiap rupiah zakat dari warga Sidoarjo dikonversi menjadi infrastruktur nyata yang memerdekakan warga dari keterbatasan pascabencana.












