
SIDOARJO – Mungkin tangan-tangan kecil ini belum mampu melakukan banyak hal, tetapi dari tangan kecil itulah tumbuh kepedulian yang begitu besar. Dari Sambibulu, kami kirimkan doa, cinta, dan sedikit yang kami punya untuk saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang kemanusiaan yang bersemi dari ruang-ruang kelas SDN Sambibulu sukses menghimpun total donasi sebesar Rp3.450.000,- guna meringankan beban berat para penyintas musibah gempa bumi.
Ketika gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur dan menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga, hati seluruh warga SDN Sambibulu ikut tergerak. Berada jauh secara geografis dan tidak dapat hadir membantu secara langsung tidak lantas memadamkan nyali berbagi, sebab kepedulian terbukti tidak pernah mengenal jarak. Dari ketulusan para peserta didik, para bapak dan ibu guru, hingga dukungan penuh seluruh keluarga besar sekolah, sebuah aksi sederhana namun sarat makna digerakkan bersama.
Bagi keluarga besar sekolah ini, penggalangan dana bukan sekadar tentang berapa nominal yang dapat diberikan. Di balik setiap rupiah yang terkumpul, terdapat keikhlasan, doa yang tulus, serta rasa peduli dari hati kecil anak-anak yang mulai belajar bahwa ketika sesama sedang kesulitan, kita tidak boleh berpaling. Hari ini para siswa mungkin hanya mampu menyisihkan sebagian kecil dari apa yang mereka miliki, namun dari langkah mulia ini diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut hatinya, kuat empatinya, and ringan tangannya untuk menolong sesama.
Kepala SDN Sambibulu, Lauhil Mahfuzh Isman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa haru yang mendalam atas tingginya antusiasme serta keikhlasan yang ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah dalam aksi solidaritas kemanusiaan ini.
“Mungkin tangan-tangan kecil ini belum mampu melakukan banyak hal, tetapi dari tangan kecil itulah tumbuh kepedulian yang begitu besar. Dari Sambibulu, kami kirimkan doa, cinta, dan sedikit yang kami punya untuk saudara-saudara kami di NTT. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar SDN Sambibulu yang telah menyisihkan sebagian rezekinya dan mengajarkan arti berbagi melalui tindakan nyata. Dari Sambibulu, kami belajar: kebaikan tidak pernah terlalu kecil untuk diberikan, dan kepedulian tidak pernah sia-sia,” ungkap Lauhil Mahfuzh Isman, S.Pd., M.Pd., 31 Agustus 2026 saat di hubungi terpisah.
Seluruh dana sukarela yang berhasil dihimpun dari gotong royong tersebut selanjutnya disalurkan secara transparan dan amanah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo, memastikan setiap bantuan dapat segera tiba di posko-posko pengungsian secara tepat sasaran.

Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyambut hangat serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian luar biasa yang digerakkan oleh institusi pendidikan dasar di wilayah Sidoarjo. Dalam pandangannya, keterlibatan aktif sekolah dalam menanamkan karakter filantropi sejak dini merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sosial bangsa.
“Apa yang dilakukan oleh keluarga besar SDN Sambibulu di bawah kepemimpinan Bapak Lauhil Mahfuzh Isman adalah teladan yang sangat menyentuh dan menginspirasi. Sinergi antara sekolah dan BAZNAS membuktikan bahwa zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa. Kolaborasi ini tidak hanya meringankan beban para penyintas gempa bumi di NTT, tetapi juga membuktikan kepada mereka yang sedang kehilangan bahwa kepedulian sesama anak bangsa membuat mereka tidak pernah merasa sendiri,” ungkap M. Sofwan penuh optimisme.
Melalui uluran tangan yang disalurkan dari Sambibulu, Sidoarjo, menuju NTT, segenap warga sekolah berharap agar bantuan ini dapat menjadi secercah harapan bagi para korban untuk bangkit kembali menata kehidupan. Aksi filantropis ini sekaligus menegaskan pesan abadi bahwa kebaikan sekecil apa pun selalu berarti besar bagi mereka yang sedang berjuang.










