
Sidoarjo – Gema selawat dan aroma masakan gurih kembali memenuhi udara di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu, 28 Februari 2026. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui program unggulannya, kembali menyapa warga penyintas dengan mendistribusikan ratusan paket buka puasa sebagai wujud nyata persaudaraan lintas pulau.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif paket buasa puasa penyintas Aceh yang sebelumnya telah meletakkan fondasi kepedulian di wilayah tersebut. Sejak siang hari, kesibukan luar biasa terlihat di dapur umum darurat yang dikelola secara mandiri oleh warga. Para ibu rumah tangga setempat, yang bertindak sebagai “chef” lokal, bahu-membahu mengolah bahan makanan segar di atas kuali besar untuk memastikan gizi dan rasa tetap terjaga.
Sinergi Lokal dan Kedermawanan Sidoarjo
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan kotak nasi dan paket takjil disiapkan dengan teliti. Proses distribusi yang dilakukan sore hari disambut antusias oleh warga, mulai dari anak-anak hingga lansia yang telah berkumpul di area “Posko Kebaikan” di depan Musholla Pasar.
“Kami dari BAZNAS Sidoarjo membagikan menu berbuka puasa di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 28 Februari 2026,” ujar tim lapangan dalam laporan langsungnya. Kehadiran tim tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga pesan solidaritas bahwa masyarakat Sidoarjo tetap berdiri bersama warga Aceh Tamiang dalam masa pemulihan.
Zakat Menguatkan Indonesia
Program di Desa Babo ini adalah manifestasi nyata dari kampanye #ZakatMenguatkanIndonesia. Zakat kini bertransformasi menjadi instrumen integrasi nasional yang sangat dinamis:
- Distribusi Keadilan Sosial: Perpindahan dana zakat dari Sidoarjo ke Aceh Tamiang membuktikan bahwa zakat mampu menembus batas geografis untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan.
- Ketahanan Pangan Strategis: Di tengah situasi pemulihan, akses terhadap makanan bergizi menjadi krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan kesehatan warga penyintas.

Investasi Sosial
Jika meninjau kegiatan ini melalui kacamata Social Return on Investment (SROI), nilai yang dihasilkan melampaui angka nominal rupiah yang disalurkan:
- Ekonomi Sirkular Desa: Dengan menyerap bahan baku dari pasar lokal dan melibatkan warga sebagai pengelola dapur, dana zakat menstimulasi daya beli masyarakat setempat secara langsung.
- Transformasi Subjek: Warga tidak lagi dipandang sebagai objek bantuan yang pasif, melainkan subjek yang berdaya dalam mengelola bantuan untuk komunitasnya sendiri.
- Efikasi Diri dan Harapan: Keterlibatan aktif warga dalam “Dapur Kasih” mengubah rasa putus asa menjadi kemauan kolektif untuk bangkit, menciptakan dampak psikososial yang mendalam bagi para penyintas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap rupiah zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Sidoarjo telah bertransformasi menjadi energi kehidupan dan harapan baru yang berkelanjutan di pelosok negeri.












