BeritaHeadline

BAZNAS Sidoarjo Kolaborasi Wujudkan Musholla Al-Falah dan Berdayakan Ekonomi Warga Porong

27
×

BAZNAS Sidoarjo Kolaborasi Wujudkan Musholla Al-Falah dan Berdayakan Ekonomi Warga Porong

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Warga Dusun Tanggulrejo, Kelurahan Porong, akhirnya dapat bernapas lega. Kehidupan keagamaan yang selama ini berjalan di fasilitas seadanya kini menemukan titik terang setelah penantian panjang tersebut resmi berakhir pada Rabu (7/10/2026).

 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo bersama BSI dan BMH meredakan keresahan warga melalui peresmian Musholla Al-Falah di RT 03 / RW 06. Fasilitas ibadah baru ini dibangun bukan sekadar tempat bersujud, melainkan diproyeksikan sebagai pusat peradaban, spiritualitas, serta pembinaan umat setempat.

 

Peresmian ini dilakukan secara langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, S.Sos., mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi. Hadir pula dalam momentum bersejarah tersebut Ketua BAZNAS Sidoarjo Agus M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk) beserta jajaran, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo H. Damroni Chudlori, serta Anggota Komisi D dari FPKB, H. Sutadji, bersama tokoh agama dan masyarakat setempat.

 

Kolaborasi Strategis dan Apresiasi Pemerintah

Pembangunan ulang Musholla Al-Falah menghabiskan anggaran sekitar Rp94 juta yang bersumber dari sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan dari BSI, BMH, dan BAZNAS Sidoarjo.

 

Dalam sambutannya, Ainun Amalia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Sidoarjo dan lembaga mitra atas kepedulian nyata yang diberikan kepada warga Tanggulrejo. Menurutnya, kolaborasi antara program pemerintah dan lembaga pengelola zakat adalah kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas.

 

“Sebagai tempat untuk beribadah dan menjalankan aktivitas keagamaan, tentu saja musholla ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar. Pemerintah berkomitmen menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Ainun. Ia juga berpesan kepada warga agar merawat dan menjaga bangunan baru tersebut supaya dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.

 

Sebagai pelengkap kebahagiaan warga, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) turut menyerahkan bantuan berupa perlengkapan ibadah, mulai dari mukena, sarung, hingga karpet baru untuk kenyamanan jamaah di dalam musholla.

Kejutan Ganda: Peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi

Peresmian fasilitas ibadah ini membawa kejutan ganda. Di hari yang sama, BAZNAS Sidoarjo tidak hanya meresmikan tempat ibadah, tetapi juga meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi berupa penyaluran bantuan ayam petelur. Program ini ditujukan khusus bagi 16 keluarga prasejahtera di wilayah tersebut guna mendongkrak kemandirian finansial warga.

 

Wakil Ketua IV Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Administrasi, dan Umum BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan fasilitas lengkap berupa 12 ekor ayam petelur beserta kandang modern. Total anggaran yang digelontorkan BAZNAS untuk program pemberdayaan ekonomi ini mencapai Rp64 juta.

 

“Program ini kami peruntukkan bagi warga kurang mampu agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dari rumah. Dengan modal 12 ekor ayam petelur per penerima, kami harapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup serta perekonomian keluarga mereka secara berkelanjutan,” tutur Ilhamuddin.

 

Harapan Baru Bernama Al-Falah

Sesuai dengan namanya, Al-Falah yang berarti “keberuntungan”, kehadiran musholla ini disambut rasa haru dan sukacita yang mendalam oleh warga Dusun Tanggulrejo. Anak-anak hingga para orang tua kini memiliki “rumah baru” yang representatif untuk mengaji, menggelar majelis taklim, berdiskusi, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

 

Ketua BAZNAS Sidoarjo, Gus Jazuk, menegaskan bahwa berdirinya Musholla Al-Falah serta bergulirnya bantuan modal usaha ini merupakan bukti nyata transparansi dan ketepatan sasaran dalam penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat.

 

“Semoga Musholla Al-Falah ini tidak hanya menjadi bangunan fisik yang megah, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan, dakwah, sekaligus titik tolak kebangkitan ekonomi umat di Porong,” tegas Gus Jazuk di hadapan warga yang memadati lokasi acara.

 

Kini, bola estafet berada di tangan warga Tanggulrejo. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana warga tidak hanya merasa bangga memiliki fasilitas baru, tetapi juga konsisten merawat fisik bangunan serta menghidupkan kegiatan keagamaan dan ekonomi di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!