
SIDOARJO – Di penghujung bulan suci Ramadan, atmosfer spiritual di masjid-masjid dan musala di seluruh wilayah Sidoarjo mulai meningkat. Masyarakat bersiap menyambut satu momentum yang paling dinantikan: Malam Lailatul Qadar. Malam ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan janji langit yang disebut lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam beribadah di dalamnya bernilai lebih besar dibandingkan ibadah selama lebih dari 83 tahun atau seribu bulan.
Lailatul Qadar adalah puncak dari perjalanan panjang selama Ramadan. Untuk meraih kemuliaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir dengan berbagai amalan utama. Pertama, menghidupkan malam dengan qiyamul lail. Shalat malam seperti Tahajud, Hajat, dan Witir menjadi sarana komunikasi paling intim antara hamba dengan Sang Pencipta. Kedua, memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Mengingat malam ini adalah waktu pertama kali Al-Qur’an diturunkan, maka kembali berinteraksi dengan wahyu adalah cara terbaik untuk menjemput hidayah. Ketiga, memperbanyak doa dan istighfar, khususnya doa yang diajarkan Rasulullah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).
Sedekah: Investasi Pahala Seribu Bulan
Namun, ada satu pilar penting dalam meraih keberkahan Lailatul Qadar yang seringkali terlewatkan dalam diskusi ritual, yaitu amalan sosial berupa sedekah. Dalam perspektif filantropi Islam, sedekah di malam ganjil adalah investasi akhirat dengan imbal hasil yang tak terhingga. Jika sedekah tersebut dilakukan tepat pada malam Lailatul Qadar, maka nilai pahalanya setara dengan bersedekah setiap hari selama 83 tahun tanpa henti.
Sedekah bukan sekadar memindahkan sejumlah uang dari dompet kita ke kotak amal. Ini adalah upaya konkret untuk menghadirkan keadilan sosial dan membantu fakir miskin yang mungkin saat ini tengah kebingungan menyambut hari raya. Di Sidoarjo, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pangan dasar atau biaya pengobatan yang mendesak.
BAZNAS Sidoarjo hadir sebagai jembatan profesional bagi umat Muslim untuk menyalurkan kepedulian tersebut. Dengan kemudahan layanan digital yang disediakan BAZNAS, seorang Muslim dapat berinfak kapan saja, bahkan di tengah kekhusyukan mencari malam ganjil tanpa harus meninggalkan tempat iktikaf. Layanan online ini dirancang agar aman, transparan, dan akuntabel.
Satu langkah kecil berupa sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan di malam-malam terakhir Ramadan bisa menjadi pengetuk pintu langit. Keberkahan Lailatul Qadar tidak hanya turun dalam bentuk ketenangan batin secara personal, tetapi juga dalam bentuk kebermanfaatan sosial bagi orang lain. Jangan biarkan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan abadi. Dengan bersedekah melalui BAZNAS Sidoarjo, Anda telah ikut serta dalam program pemberdayaan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan di tanah Sidoarjo tercinta. Mari jemput takdir terbaik kita dengan memperbanyak berbagi di penghujung Ramadan.












