artikelOPINI

Resiliensi dan Restorasi: Jejak Filantropi BAZNAS Sidoarjo dalam Membangun Kembali Harapan di Tahun 2025

36
×

Resiliensi dan Restorasi: Jejak Filantropi BAZNAS Sidoarjo dalam Membangun Kembali Harapan di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

Tahun 2025 akan senantiasa dikenang sebagai lembaran refleksi mendalam bagi segenap masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Di tengah dinamika pembangunan, alam memberikan ujian ketangguhan fisik dan sosial yang luar biasa melalui rentetan bencana yang silih berganti. Berdasarkan catatan otoritas terkait, wilayah Kota Delta ini didera oleh 59 kejadian bencana alam yang didominasi oleh fenomena angin kencang sebanyak 37 kejadian serta 22 peristiwa banjir genangan,. Namun, di balik angka-angka statistik tersebut, terselip narasi kemanusiaan tentang bagaimana sebuah daerah bangkit dari puing-puing melalui kekuatan zakat yang dikelola secara inklusif dan berkelanjutan.

Dampak dari bencana tersebut nyatanya tidaklah ringan. Terjangan angin kencang telah mengakibatkan 358 rumah warga mengalami kerusakan, sementara banjir genangan yang persisten di berbagai titik memaksa sedikitnya 470 warga untuk meninggalkan hunian mereka dan mengungsi demi keselamatan jiwa. Kehilangan tempat tinggal bukan sekadar kehilangan aset fisik; bagi warga prasejahtera, rumah adalah pelindung utama yang berkaitan erat dengan martabat dan ketenangan jiwa. Kerusakan hunian yang masif, termasuk 33 kasus atap rumah yang ambruk, dikhawatirkan akan memutus rantai masa depan anak-anak karena terganggunya stabilitas ruang belajar mereka,.

Di tengah kondisi darurat tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai pilar pemulihan melalui program Rumah Layak Huni (RLHB) 2025. Mengusung semangat “Zakat Menguatkan”, lembaga ini berhasil merealisasikan pembangunan dan renovasi sebanyak 238 unit rumah yang tersebar di pelosok 18 kecamatan,. Keberhasilan ini bukanlah pencapaian tunggal, melainkan buah dari sinergi antar-pihak yang sangat solid. Dukungan utama mengalir dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang secara rutin menyalurkan zakat dan infaknya, serta kolaborasi teknis dengan BPBD dalam memetakan wilayah prioritas berdasarkan tingkat kerusakan,.

Salah satu sorotan utama dalam capaian tahun 2025 adalah respons cepat terhadap musibah kebakaran. Tercatat sepanjang tahun tersebut terjadi 285 kejadian kebakaran yang melanda berbagai objek, termasuk 58 rumah tinggal,. Sebagai bentuk nyata restorasi pascabencana, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan bantuan khusus untuk membangun kembali 17 rumah yang telah luluh lantak rata dengan tanah akibat api,. Langkah ini menjadi titik balik bagi para penyintas untuk merajut kembali harapan mereka dari abu sisa kebakaran menuju hunian yang lebih aman dan layak.

Lebih dari sekadar renovasi rutin, BAZNAS Sidoarjo juga menunjukkan visi mitigasi bencana yang strategis melalui kebijakan relokasi. Menghadapi ancaman banjir Kedungbanteng yang persisten dan berdampak pada 1.669 kepala keluarga, BAZNAS melakukan relokasi satu unit RLHB di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin. Keputusan berani ini diambil untuk memastikan bahwa penerima manfaat tidak lagi terjebak dalam siklus bencana tahunan, melainkan mendapatkan rasa aman yang permanen di lokasi yang lebih tinggi dan terlindungi,.

Investasi kemanusiaan ini pun menyentuh aspek kesehatan masyarakat secara fundamental. Dari total hunian yang dibangun, sebanyak 96 unit rumah telah dilengkapi dengan sarana sanitasi berkualitas, meliputi jamban sehat dan septic tank yang memenuhi standar kesehatan,. Inisiatif ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk menurunkan risiko stunting dan penyebaran penyakit menular, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan keluarga dari sisi ekonomi kesehatan di masa depan. Transformasi hunian ini membuktikan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan dengan visi masa depan yang berkelanjutan.

Secara ekonomi, program RLHB 2025 juga menciptakan efek domino bagi kesejahteraan lokal. Dengan melibatkan tukang bangunan dan toko material lokal di setiap kecamatan, dana zakat yang dihimpun kembali berputar dan menggerakkan roda ekonomi arus bawah Sidoarjo. Inilah esensi sejati dari filantropi Islam, di mana bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi mesin penggerak produktivitas ekonomi bagi masyarakat luas.

Menjelang perayaan Hari Jadi Sidoarjo ke-167 di tahun 2026, semangat “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh” semakin nyata dirasakan manfaatnya melalui kinerja BAZNAS. Sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah telah membuktikan bahwa keterpaduan langkah adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman,. Ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari seberapa kuat tali kepedulian yang mengikat antar-sesama warganya.

Setiap rumah yang kembali berdiri tegak dan setiap atap yang diperbaiki adalah bukti nyata bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang terdampak bencana. Mari kita lanjutkan estafet kebaikan ini. Zakat, infak, dan sedekah Anda adalah nyawa bagi mereka yang sempat kehilangan arah. Teruslah peduli dan jadilah bagian dari transformasi kemanusiaan melalui BAZNAS Sidoarjo, karena melalui hunian yang layak, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!