BeritaHeadline

Membasuh Luka Sumatra dari Bangku Sekolah: Bukti Cinta SDN Sumorame Candi

35
×

Membasuh Luka Sumatra dari Bangku Sekolah: Bukti Cinta SDN Sumorame Candi

Sebarkan artikel ini

 

SIDOARJO – Di balik dinding-dinding kelas SDN Sumorame, Candi, sebuah pelajaran besar sedang diajarkan—bukan tentang rumus matematika yang rumit, melainkan tentang bahasa universal bernama kemanusiaan. Keluarga besar sekolah ini meyakini sepenuhnya bahwa esensi pendidikan sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai di dalam rapor mampu mewujud dalam bentuk uluran tangan yang nyata bagi sesama yang sedang dirundung duka.

Pada Rabu (14/1/2026), suasana hangat menyelimuti perjalanan mulia dari pinggiran Candi menuju jantung kota Sidoarjo. Dua orang pendidik, Aprinda Istiqomah, SE dan Elok Rosalia, S.Pd.SD, melangkah pasti didampingi dua siswa-siswi perwakilan sekolah. Tujuan mereka satu: Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di Jalan Pahlawan I. Di genggaman mereka, tertitip amanah kolektif sebesar Rp 6.375.000—sebuah “dana cinta” yang dikumpulkan dari saku para siswa, guru, dan orang tua untuk penyintas bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Kurikulum Empati di Luar Kelas

Bagi SDN Sumorame, bantuan ini lebih dari sekadar tumpukan rupiah. Ia adalah pesan cinta yang dikirimkan dari ruang-ruang kelas di Sidoarjo untuk saudara-saudara yang sedang berjuang menata hidup di ujung barat Indonesia. PLT Kepala Sekolah SDN Sumorame, Ibu Fithriyah Mulyasari, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian integral dari “kurikulum kehidupan” yang mereka tanamkan.

“Gerakan ini murni lahir dari rasa solidaritas. Kami ingin anak-anak memahami bahwa sekecil apa pun yang kita berikan, bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang terjepit masa sulit,” tutur sosok yang akrab disapa Ibu Fithriyah ini.

Melalui penggalangan dana ini, sekolah sedang menyemai benih karakter Profil Pelajar Pancasila. Siswa diajak untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan rasa. Mereka belajar bahwa jarak geografis ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatra bukanlah penghalang untuk saling menguatkan.

Menyambung Napas Pemulihan

Kedatangan rombongan kecil ini disambut dengan tangan terbuka oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghoni. Dalam suasana kekeluargaan yang khidmat, bukti donasi diserahkan secara simbolis. Momen ini menandai beralihnya amanah warga sekolah kepada lembaga zakat resmi untuk disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.

Abdul Ghoni menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif SDN Sumorame. Menurutnya, gerakan dari institusi pendidikan seperti ini memberikan suntikan energi positif bagi upaya pemulihan pascabencana. “Dana ini akan segera disinergikan dengan program pemulihan BAZNAS Pusat untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, mulai dari pangan hingga perbaikan sarana pendukung lainnya di lokasi bencana,” jelas Ghoni.

Menjadi Bagian dari Solusi Bangsa

Aksi yang dilakukan SDN Sumorame adalah pengingat lembut bagi kita semua: bahwa beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan jika dipanggul bersama-sama. Di saat saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh sedang berjuang di tengah puing-puing sisa bencana, kepedulian dari sebuah sekolah dasar di Sidoarjo ini hadir sebagai napas baru.

Langkah SDN Sumorame diharapkan menjadi pemantik api kebaikan bagi komunitas lain di Sidoarjo. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah bukan sekadar transaksi materi, melainkan upaya kita bersama dalam memperkokoh fondasi kemanusiaan bangsa. Di SDN Sumorame, kita belajar bahwa peduli tidak harus menunggu mapan, dan membantu tidak harus menunggu besar. Semua dimulai dari ketulusan hati untuk melihat Indonesia bangkit kembali.

Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Sidoarjo:

Jadilah jembatan kebaikan bagi sesama melalui kanal resmi kami:

Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Indonesia Bangkit Bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!