
Sidoarjo – Senin pagi (12/1) di awal tahun 2026 disambut dengan langit cerah yang seolah menjadi saksi bisu bagi derap langkah kebaikan di Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo bergerak menyisir kawasan paling barat ini, membawa misi bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan menanam investasi sosial bagi masa depan umat.
Penyaluran bantuan kali ini menyasar dua sektor vital: prasarana ibadah dan pendidikan. Mengawali kegiatan, tim mengunjungi SDN Kramatemenggung 2 untuk mendistribusikan bantuan renovasi musholla. Di sekolah ini, musholla bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jantung pendidikan karakter bagi para siswa.
Investasi Pendidikan: Mencetak Generasi Tangguh
Perjalanan berlanjut dengan misi utama mendukung keberlanjutan pendidikan bagi 40 anak dari empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Tarik. Secara bergantian, tim menemui wajah-wajah ceria di:
- MI Al Fatah Sebani (10 siswa)
- MI Unggulan Miftakhul Hikmah, Desa Mindugading (10 siswa)
- MI Roudlotun Nasi’in, Desa Singogalih (10 siswa)
- MI Miftahul Ulum, Desa Balongmacekan (10 siswa)
Setiap paket bantuan pendidikan yang diberikan merupakan manifestasi dari kepedulian muzakki yang dikelola secara profesional untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur edukasi.
Investasi Pendidikan: Lebih dari Sekadar Angka
Dalam kegiatan ini, meyakini setiap rupiah yang disalurkan tidak hanya dilihat sebagai biaya keluar, tetapi sebagai modal sosial yang akan menghasilkan dampak jangka panjang.
Bantuan untuk musholla sekolah diharapkan meningkatkan kenyamanan ibadah yang berkolerasi pada penguatan moral siswa. Sementara bantuan pendidikan bagi 40 siswa MI bertujuan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, Achmad Saleh, yang turun langsung ke lapangan bersama staf pelaksana Dani Prabowo dan Minan Abdul Haq, menegaskan komitmen ini. Di sela-sela penyerahan bantuan, ia menyampaikan pesan menyentuh:
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menyerahkan titipan para muzakki, tetapi untuk memastikan bahwa setiap anak di pelosok Tarik memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi. Dengan memperbaiki tempat ibadah dan menyokong biaya pendidikan, kita sedang membangun fondasi ekonomi dan spiritual masyarakat. Satu rupiah yang kita tanam hari ini, dampaknya harus terasa pada perubahan taraf hidup mereka sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan,” ujar Achmad Saleh.

Visi Besar: Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki
Kehadiran petugas Baznas di tengah masyarakat desa memberikan semangat baru bagi pihak sekolah dan orang tua murid. Melalui program yang terukur, Baznas Sidoarjo berharap penerima manfaat (mustahik) hari ini dapat menjadi pemberi zakat (muzakki) di masa depan berkat bekal pendidikan dan akhlak yang mumpuni.
Aksi filantropi di hari Senin ini menjadi pengingat bahwa kebaikan yang dikelola dengan hati dan manajemen yang tepat akan melahirkan perubahan yang berkelanjutan. Dari Balongmacekan hingga Sebani, senyum anak-anak hari ini adalah tabungan kemuliaan bagi Sidoarjo di masa depan.












