BeritaHeadline

Menyentuh Hati, Membangun Harapan — BAZNAS Sidoarjo Turun ke Lapangan untuk Kelompok Rentan

76
×

Menyentuh Hati, Membangun Harapan — BAZNAS Sidoarjo Turun ke Lapangan untuk Kelompok Rentan

Sebarkan artikel ini

Di tengah hiruk-pikuk keseharian, ada kelompok rentan yang hidup dalam kesederhanaan dan perjuangan diam. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir bukan hanya dengan bantuan, tapi dengan empati, mendengarkan, dan memastikan mereka tak sendiri.

 

Senin, 15 Desember 2025, menjadi hari yang penuh makna bagi warga Desa Pesawahan dan Kelurahan Gedang, Kecamatan Porong. Tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, dipimpin langsung oleh Ahmad Hamdani bersama rekan-rekan M. Sofwan, M. Syukron, dan Minan, turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan biaya hidup kepada kelompok rentan. Bukan sekadar penyaluran, ini adalah misi kemanusiaan—mendekat, mendengar, dan memberi harapan.

 

Di Desa Pesawahan, tim bertemu Ibu Ma’ni, seorang ibu yang hidup berdua dengan anaknya. Dalam suasana sederhana di rumahnya, percakapan hangat terjalin. Ibu Ma’ni menceritakan perjuangannya sehari-hari, dan tim BAZNAS tidak hanya mendengarkan, tapi juga menunjukkan empati nyata. Setiap kata yang diucapkan, setiap senyum yang diberikan, adalah bentuk pengakuan bahwa kehidupan mereka penting dan layak dibantu.

 

Tak jauh dari sana, di Kelurahan Gedang, empat warga—Ibu Samiah, Ibu Sudaryanti, Ibu Sujiana, dan Ibu Sa’adah—menyambut kedatangan tim dengan rasa syukur yang tulus. Mereka duduk bersama, saling berbagi cerita, dan menerima bantuan dengan hati yang terbuka. Proses penyaluran dilakukan dengan teliti, dokumentasi ditandatangani dengan penuh kesadaran, bukan sebagai formalitas, tapi sebagai komitmen bersama untuk membantu meringankan beban.

 

Kolaborasi lintas elemen menjadi nyata di lapangan. Kehadiran personel TNI dan aparatur pemerintah setempat bukan hanya simbol koordinasi, tapi juga bentuk solidaritas nyata. Mereka berdiri bersama, bukan sebagai atasan atau bawahan, melainkan sebagai satu tim yang memiliki tujuan mulia: memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam rantai kebaikan. Foto-foto yang diambil bukan sekadar dokumentasi, tapi kenangan abadi dari sebuah hari yang penuh makna, di mana setiap senyuman dan air mata menjadi bukti nyata dari dampak positif yang dihasilkan.

Setiap pertemuan adalah sebuah cerita. Seperti saat Ibu Ma’ni, dengan suara yang gemetar namun penuh haru, menceritakan bagaimana ia berusaha bertahan demi masa depan anaknya. Atau saat Ibu Sa’adah, dengan senyum tipis di wajahnya yang keriput, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Momen-momen ini bukan sekadar catatan dalam laporan; mereka adalah jejak-jejak emosi yang akan selalu melekat di hati para petugas, mengingatkan mereka akan alasan mengapa mereka memilih jalan ini—untuk menjadi tangan yang membantu, hati yang peduli, dan suara yang menenangkan.

 

Akhirnya, setelah semua tugas selesai, tim BAZNAS Sidoarjo kembali ke kantor dengan hati yang lebih ringan namun pikiran yang lebih berat—berat karena menyadari betapa banyak lagi yang masih menunggu. Namun, di balik itu semua, ada kebanggaan yang tak terkatakan. Karena di hari Senin, 15 Desember 2025, mereka bukan hanya menyalurkan bantuan, tapi juga menanam benih harapan, membangun kepercayaan, dan menguatkan semangat gotong royong. Dan itulah esensi sebenarnya dari filantropi: bukan tentang berapa banyak yang diberikan, tapi tentang seberapa dalam kita merasakan dan mengubah hidup orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!