
SIDOARJO – Dalam sebuah misi pendistribusian yang menantang, Bersama KEMENAG RI, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, bersinergi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, menyalurkan amanah Daging Dam pada Jum’at, 21 November lalu. Kegiatan yang berfokus pada pemerataan gizi ini menembus wilayah terpencil Sidoarjo, dengan tujuan utama Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, sebuah daerah yang aksesnya hanya bisa dicapai melalui jalur air.
Perjalanan menuju dusun ini bukanlah hal mudah. Tim harus menempuh kurang lebih 45 menit menyusuri sungai dari pelabuhan Pasar Ikan di Kota Sidoarjo. Meskipun terpencil dan terisolir, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) yang mendiami Dusun Kepetingan Sawohan mendapatkan paket Daging Dam BAZNAS 2025.
Penyaluran Ekstrem ke Daerah Minim Akses
Kedatangan rombongan yang istimewa, termasuk Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Bapak Hilman Latief, serta perwakilan BAZNAS Pusat dan Provinsi di Kepetingan, disambut antusias oleh warga. Kegiatan penyaluran di Dusun Kepetingan ini menjadi contoh nyata implementasi prinsip keadilan sosial yang diemban BAZNAS. Daging Dam, yang berasal dari denda (Dam) jamaah haji, telah diolah menjadi berbagai menu siap konsumsi, menjamin kemudahan dan asupan protein bagi warga.

Perwakilan BAZNAS Jawa Timur, Kyai Masnuh, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari upaya jangka panjang. “Protein hewani untuk ibu hamil adalah investasi untuk mencegah stunting pada anak-anak Indonesia di masa depan,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya nutrisi di daerah terluar.
Kegiatan ini diperkuat oleh sinergi solid lintas lembaga. Dari BAZNAS RI hadir langsung Bapak Agus Siswanto (Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional) dan Bapak Muhammad Wanto (Senior Officer Direktorat Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional), didampingi oleh tim Markom. BAZNAS Jatim diwakili oleh Kyai Masnuh (Waka I) dan tim distribusi. Sementara BAZNAS Sidoarjo dipimpin oleh Gus Mahbub (Waka II) dan Bapak Hamdani (Kabid Distribusi). Turut hadir pula Bapak Sunidja, Pimpinan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU), sebagai bentuk dukungan dari stakeholder haji.
Perwakilan BAZNAS Jawa Timur menjelaskan kepada warga bahwa setiap KK menerima satu paket daging, yang di dalamnya berisi lima pouch dengan varian rasa siap santap. Momen ini diselimuti rasa syukur dan harapan. “Alhamdulillah, kulo kebetulan BAZNAS Jawa Timur. Jadi kulo ngeteraken tok mawon [saya kebetulan BAZNAS Jawa Timur, jadi saya mengantarkan saja],” ujar salah satu perwakilan, yang kemudian diaminkan oleh tawa warga yang gembira atas bantuan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa bantuan ini adalah amanah dari BAZNAS Pusat untuk masyarakat di daerah.
Penguatan Ibadah di Lokasi Terpencil
Di kesempatan yang sama, BAZNAS Sidoarjo turut menunjukkan komitmennya tidak hanya pada aspek ekonomi dan gizi, tetapi juga spiritual. BAZNAS Sidoarjo menyerahkan bantuan partisipasi pembangunan Masjid Nurul Huda Kepetingan Sawohan sebesar Rp 8.000.000,00 (Delapan Juta Rupiah).

Bantuan pembangunan masjid di daerah terisolir seperti Kepetingan ini merupakan bukti nyata dari “Zakat BAZNAS yang tumbuh dan bermanfaat”, memastikan dana umat dapat menjangkau daerah paling terpencil di Sidoarjo, memberikan manfaat gizi sekaligus memperkuat sarana ibadah umat.












