
SIDOARJO, 2 Juni 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menggema di Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru. Pada Selasa (2/6), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan produktif ternak kambing kepada Kelompok Ternak Banser Kobra Waru. Langkah nyata ini merupakan upaya strategis dalam mentransformasi mustahik menjadi muzakki.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 30 ekor kambing bagi 10 orang penerima manfaat. Tidak hanya itu, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo memberikan dukungan berupa fasilitas kandang ternak komunal berstruktur panggung yang kokoh serta 1 ekor kambing jantan sebagai pemacek. Antusiasme warga dan komitmen para pimpinan BAZNAS begitu terasa dalam agenda penyerahan ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yakni Ketua BAZNAS Jatim Kyai Ali Maschan Moesa beserta Wakil Ketua 1, 2, dan 4. Dari jajaran BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, hadir Ketua BAZNAS Sidoarjo, Agus M. Chasbil Aziz Salju Sodar, beserta para wakil ketua. Penyerahan juga disaksikan oleh perwakilan Kepala Desa Tambak Oso, warga sekitar, serta sepuluh anggota Kelompok Ternak Banser Kobra Waru: Sumarlan, M. Toriq, Herman Susilo, M. Nur Fani, A. Muzakki, M. Rifa’i, M. Fatid Afandi, Fatchul Ulum, Moh. Wahyudi, dan Supadi.
Ketua BAZNAS Jatim, Kyai Ali Maschan Moesa, menegaskan pentingnya amanah dalam pengelolaan bantuan ini. “Bantuan ternak ini adalah amanah dari para muzakki. Oleh karena itu, para penerima manfaat wajib merawat, menjaga, dan mengelola ternak ini dengan penuh tanggung jawab agar dapat berkembang biak dengan baik,” ujarnya.
Sinergi ini memiliki visi jangka panjang. Program pemberdayaan ekonomi melalui kemitraan ternak ini tidak ditujukan sebagai bantuan sesaat, melainkan jembatan kemandirian. Diharapkan, melalui pengelolaan yang tekun, para mustahik yang menerima bantuan hari ini dapat “naik kelas” dan di masa depan justru menjadi muzakki yang berbagi kebahagiaan dengan sesama.

BAZNAS Sidoarjo, melalui ketuanya, turut menekankan pentingnya penguatan gotong royong kelompok. Fasilitas kandang komunal bukan sekadar bangunan, melainkan sarana belajar manajemen pakan, kolaborasi, dan menjaga kebersihan lingkungan desa. Acara diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran bagi usaha peternakan Kelompok Banser Kobra Waru.
Dengan semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kolaborasi ini membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola secara produktif mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo.












