
Sidoarjo — Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang sehat yang hanya dapat dilihat oleh orang yang sakit. Pepatah bijak tersebut begitu nyata dirasakan oleh Bpk. Herisman bersama istrinya, Ibu Satilah, serta Bpk. Purwanto di Kecamatan Tulangan. Di tengah keterbatasan fisik dan himpitan ekonomi, asa untuk sembuh dan kembali menjalani hidup dengan layak sempat terasa begitu jauh dari jangkauan. Namun, kehadiran program “Sidoarjo Sehat” yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (22/9/2026) berhasil mengubah keputusasaan menjadi senyuman penuh syukur.
Sejak pagi buta pukul 08.00 WIB, tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari A. Richi, Dani P., dan Mulyono, bersama perangkat desa setempat, bergerak cepat menyambangi kediaman Bpk. Herisman dan Ibu Satilah di Desa Kedondong. Pasangan suami istri lanjut usia ini mengalami hambatan mobilitas yang cukup berat dalam menjalani aktivitas harian. Berdasarkan asesmen cepat di lapangan, tim langsung merespons kebutuhan mendesak mereka dengan menyerahkan bantuan berupa alat bantu jalan (tongkat kaki).
Mulyono, selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut hadir di lokasi, mengungkapkan rasa harunya melihat kondisi warga yang disambangi. “Melihat langsung senyum kelegaan dari Bpk. Herisman dan Ibu Satilah saat mereka mencoba alat bantu jalan ini memberikan energi tersendiri bagi kami; ini membuktikan bahwa uluran tangan para muzaki benar-benar mampu memulihkan kemandirian serta martabat hidup saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutur Mulyono penuh semangat. Bantuan sederhana ini memiliki arti yang sangat besar; alat tersebut bukan sekadar sebatang tongkat besi, melainkan simbol kemandirian yang mengembalikan kebebasan bagi mereka untuk berjalan mengitari rumah tanpa harus bergantung sepenuhnya kepada orang lain.
Perjalanan kemanusiaan ini berlanjut menuju Dusun Janti Krajan, Desa Janti. Di sana, tim BAZNAS menemui Bpk. Purwanto, seorang warga prasejahtera yang tengah berjuang melawan kondisi lumpuh menahun. Berdasarkan hasil verifikasi faktual dan asesmen mendalam, kondisi kesehatan Bpk. Purwanto memerlukan uluran tangan yang cepat dan intensif. Intervensi kesehatan yang disalurkan dirancang khusus untuk meringankan beban biaya pengobatan, pembelian kebutuhan medis, serta pemenuhan nutrisi harian pasien.

Pendekatan holistik yang diterapkan BAZNAS Sidoarjo melalui pilar “Sidoarjo Sehat” ini membawa dampak sosial yang luar biasa mendalam. Dengan memulihkan kesehatan fisik dan mobilitas warga, program ini secara tidak langsung mengangkat beban psikologis dan finansial seluruh anggota keluarga. Ketika seorang kepala keluarga atau anggota rumah tangga yang sakit mendapatkan akses perawatan dan alat penunjang yang layak, anggota keluarga lainnya dapat kembali bernapas lega, meredakan stres jangka panjang, dan memfokuskan kembali tenaga mereka untuk bekerja serta merawat masa depan keluarga. Dampak jangka panjang dari intervensi kesehatan ini adalah terbangunnya kembali ketahanan keluarga dari jurang kemiskinan akibat krisis kesehatan.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan di Kecamatan Tulangan ini membuktikan bahwa dana filantropi Islam yang dikelola secara profesional mampu menjadi jaring pengaman sosial yang ampuh di tingkat akar rumput. Setiap uluran tangan dari para muzaki tidak hanya menyembuhkan raga yang sakit, tetapi juga mengembalikan martabat kemanusiaan yang nyaris pudar. Gerakan zakat terbukti menjadi pilar utama yang menolong sesama manusia secara nyata di dunia, sekaligus menjadi investasi kebaikan yang menyelamatkan kita di akhirat kelak.












