BeritaHeadline

Menghapus Air Mata di Tanah Kelahiran: Perjalanan Emosional Program RLHB BAZNAS di Candipari Porong, Wangkal, dan Keret Krembung

38
×

Menghapus Air Mata di Tanah Kelahiran: Perjalanan Emosional Program RLHB BAZNAS di Candipari Porong, Wangkal, dan Keret Krembung

Sebarkan artikel ini

Gelora kebaikan dan cinta kasih tanpa batas kembali berlanjut ketika langkah kaki rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menembus kawasan selatan dan barat Kabupaten Sidoarjo. Masih dalam rangkaian agenda monitoring dan sidak program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) periode Juli 2026 yang jatuh pada hari Kamis, 30 Juli 2026, Ketua BAZNAS Sidoarjo, Bapak Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), bersama tim pelaksana yang terdiri dari Ach. Richi, Minan Abdul Chaq, Hafidz, dan Nasirin, menyambangi tiga titik krusial sekaligus di Desa Candipari (Porong), Desa Wangkal (Krembung), dan Desa Keret (Krembung). Perjalanan ini merupakan sebuah misi mulia untuk memastikan bahwa setiap sen dana zakat umat benar-benar mendarat di hati dan tempat yang paling tepat.

Destinasi pertama di wilayah ini membawa rombongan menyapa kediaman Bapak Seger di Desa Candipari, Kecamatan Porong. Di usia senjanya yang seharusnya menjadi masa untuk menikmati ketenangan hidup, Bapak Seger sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit tinggal di sebuah hunian yang jauh dari kata layak. Atap genteng yang ambruk, kayu penyangga yang keropos dimakan usia, serta ruangan sempit yang penuh sesak menciptakan pemandangan yang mengoyak nurani kemanusiaan. Rasa cemas dan ketidakberdayaan tergambar jelas dari raut wajah keriput beliau tatkala harus bertahan hidup di bawah ancaman bangunan yang sewaktu-waktu bisa runtuh.

Namun, suasana duka dan kerentanan tersebut kini telah berganti menjadi sukacita yang teramat dalam. Ketika Gus Jazuk bersama tim pelaksana menginjakkan kaki di depan rumah Bapak Seger yang telah direnovasi total menjadi bangunan permanen berlantai keramik bersih, sambutan hangat penuh rasa syukur langsung terpancar dari sang kakek. Sambil mengenakan peci hitam dan memegang dokumen resmi program RLHB, Bapak Seger menyampaikan rasa terima kasih dengan terbata-bata, mengungkapkan betapa besar arti bantuan ini bagi ketenangan sisa hidupnya. Kehadiran BAZNAS di Candipari telah mengembalikan harga diri seorang lansia dhuafa untuk tidur dengan nyenyak tanpa rasa takut.

Perjalanan berlanjut menembus rimbunnya pepohonan pedesaan menuju Desa Wangkal, Kecamatan Krembung, menyambangi kediaman Bapak Rahmat dalam agenda sidak Bupati periode Juli 2026. Kondisi masa lalu rumah Bapak Bang Bang Rahmat merupakan salah satu contoh paling ekstrem dari potret kemiskinan papan; sebuah gubuk berdinding gedek (bilik bambu) tipis yang berdiri rapuh di atas tanah, berlubang di sana-sini dan sangat rentan terhadap terpaan angin kencang maupun terik matahari. Tinggal di gubuk tersebut berarti mempertaruhkan keselamatan jiwa setiap hari, sebuah beban psikologis yang sangat berat bagi kepala keluarga.

Transformasi dramatis menyambut rombongan saat tiba di lokasi kediaman Bapak Rahmat hari ini. Gubuk bambu yang rapuh itu telah lenyap, digantikan oleh sebuah rumah permanen berdinding tembok semen yang berdiri kokoh dan gagah, dilengkapi pintu serta jendela kaca putih bersih. Bapak Rahmat berdiri di ambang pintu sambil memegang map hijau berlogo BAZNAS, memancarkan senyuman tulus yang menyiratkan kelegaan batin yang mendalam. Rasa syukur yang tak terhingga diungkapkan atas perubahan drastis kualitas hidup keluarganya, yang kini memiliki pelindung yang aman dan terhormat.

Titik terakhir dari rangkaian penjangkauan hari itu berlabuh di Desa Keret, Kecamatan Krembung, meninjau rumah Bapak Suliadi. Saat rombongan tiba, Bapak Suliadi sedang bekerja mencari nafkah di luar, sehingga kedatangan Gus Jazuk dan tim disambut serta diwakili oleh saudaranya di lokasi. Sebelum tersentuh program RLHB, kediaman Bapak Suliadi dipenuhi tumpukan barang di bawah atap lapuk yang memantulkan panas menyengat, menyisakan ruang gerak yang sangat sempit dan pengap. Kini, berkat uluran tangan muzaki Sidoarjo, rumah tersebut telah disulap menjadi hunian modern berukuran ideal dengan cat hijau segar dan ventilasi yang menyehatkan. Pihak keluarga mewakili Bapak Suliadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian nyata BAZNAS Sidoarjo yang mengawal renovasi ini hingga tuntas.

Ditinjau melalui perspektif SROI (Social Return on Investment), rangkaian program bedah rumah di Candipari, Wangkal, dan Keret ini menghasilkan nilai kembalian sosial yang luar biasa besar bagi masyarakat Sidoarjo. Dampak positifnya merambah pada peningkatan taraf kesehatan pernapasan, penurunan tingkat stres dan kecemasan psikologis kaum dhuafa, penguatan kohesi sosial antarwarga desa, serta pemulihan harkat martabat kemanusiaan secara paripurna. Investasi kebaikan dari para muzaki terbukti mampu memutus rantai kerentanan sosial dan menghadirkan kesejahteraan jangka panjang bagi penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Sidoarjo, Gus Jazuk, dalam arahannya di sela-sela peninjauan menegaskan bahwa seluruh ikhtiar ini didasarkan pada kesadaran spiritual yang mendalam tentang pentingnya berbagi. “Zakat adalah jembatan kasih sayang ilahi yang menolong sesama manusia di dunia sekaligus menyelamatkan kita di akhirat. Melihat senyuman Bapak Seger, Bapak Bang Bang Rahmat, dan keluarga Bapak Suliadi hari ini adalah buah dari keikhlasan para muzaki Sidoarjo. Kami di BAZNAS hanya bertindak sebagai jembatan amanah untuk memastikan bahwa harta umat benar-benar menjadi pelita yang menerangi kegelapan hidup kaum dhuafa,” tutur beliau dengan nada penuh kehangatan.

Penutupan agenda monitoring pada sore hari tanggal 30 Juli 2026 di Desa Keret meninggalkan jejak emosional yang mendalam di hati seluruh staf pelaksana—Ach. Richi, Minan Abdul Chaq, Hafidz, dan Nasirin. Lima rumah yang melintasi wilayah Sedati, Porong, dan Krembung kini berdiri sebagai monumen kebaikan bersama, membuktikan bahwa solidaritas filantropi Islam mampu menghadirkan keajaiban nyata. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen untuk berdiri di garis terdepan, merajut asa, dan memastikan tidak ada lagi warga Sidoarjo yang tertinggal dalam kegelapan tanpa atap yang layak di atas kepala mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!