
SIDOARJO – Akhir pekan bukan sekadar waktu istirahat bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS Sidoarjo. Sabtu, 18 Juli 2026, menjadi momentum nyata kehadiran negara dan umat melalui kolaborasi dalam aksi “BAZNAS Bareng Bupati”. Menjangkau warga di pelosok Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, hingga Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, aksi ini bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan, melainkan upaya strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hadir dalam agenda rutin ini, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., bersama jajaran Forkopimda dan tim BAZNAS Sidoarjo, di antaranya Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhamuddin, serta staf pelaksana Ahmad Dani, Richie Prabu, dan Hafidz.
Mengembalikan Kemandirian: Dampak Sosial dari Alat Bantu Kesehatan
Di Desa Kedondong, fokus aksi tertuju pada penguatan aspek kesehatan bagi warga rentan. BAZNAS Sidoarjo menyalurkan alat bantu kesehatan yang menjadi instrumen krusial bagi peningkatan Social Return on Investment (SROI). Kaki palsu bagi Ibu Chayati, tongkat teken untuk Ibu Darmina, serta kursi roda untuk Ibu Wadi dan Ibu Muslikhah, bukan sekadar benda. Ini adalah alat pemulihan kemandirian.
Dalam perspektif SROI, investasi pada alat kesehatan ini memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Dengan mobilitas yang kembali terjaga, para penerima manfaat dapat beraktivitas lebih produktif, mengurangi beban ketergantungan pada anggota keluarga lain, dan meningkatkan kesejahteraan mental serta fisik secara jangka panjang.
Bupati Subandi menekankan pentingnya bantuan ini sebagai bentuk kepedulian yang berkelanjutan. “Mudah-mudahan bantuan alat bantu kesehatan ini bermanfaat dan dapat memberikan semangat bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan seluruh pihak terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar dapat meringankan beban masyarakat, terutama lansia dan warga kurang mampu,” ujar Subandi.
Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antara bantuan sosial dan akses fasilitas kesehatan resmi. “Yang paling penting tetap jaga kesehatan. Kalau sudah memiliki BPJS Kesehatan, silakan dimanfaatkan untuk berobat dan kontrol kesehatan secara rutin. Pemerintah hadir tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” tambahnya.
Transformasi Hunian, Transformasi Kualitas Hidup
Aksi berlanjut ke Desa Semambung, di mana kondisi rumah Bapak Abd Majid (65) menjadi perhatian utama. Selama ini, Pak Majid tinggal dalam hunian yang jauh dari standar kelayakan bersama anak, menantu, dan cucunya. Atap yang rapuh dan lantai tanah yang rentan tergenang saat hujan menjadi ancaman kesehatan serta keselamatan bagi keluarga ini.
BAZNAS Sidoarjo, melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hadir memberikan solusi permanen. Dampak dari intervensi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan bermartabat, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan serta kebahagiaan seluruh anggota keluarga penghuninya.
“Hari ini kita melihat langsung kondisi rumah Pak Majid yang memang sudah tidak layak huni. Pemerintah bersama BAZNAS hadir memberikan dukungan melalui program bedah rumah. Besaran bantuannya nanti disesuaikan dengan hasil RAB, apakah Rp20 juta atau Rp25 juta. Yang terpenting pembangunannya segera dilakukan agar Pak Majid dan keluarganya bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman,” tegas Bupati.
Pak Majid yang menerima kabar tersebut tak mampu menyembunyikan harunya. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan semua yang sudah membantu. Semoga rumah kami segera diperbaiki sehingga keluarga kami bisa tinggal dengan lebih nyaman,” ungkapnya lirih namun penuh syukur.

Zakat Menguatkan Indonesia
Bagi BAZNAS Sidoarjo, setiap rupiah yang disalurkan dari muzaki adalah amanah yang harus dioptimalkan dampaknya. Kolaborasi bersama Bupati Sidoarjo dalam setiap aksi akhir pekan ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara tepat sasaran untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata.
Melalui program-program kemanusiaan ini, BAZNAS Sidoarjo terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga yang hadir untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena pada akhirnya, zakat yang dikelola dengan baik bukan hanya sekadar membantu, tetapi benar-benar menguatkan Indonesia, mulai dari Sidoarjo untuk Indonesia.












